ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “M” DENGAN BERSALIN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI Amd. Keb
BARING - JOMBANG
Disusun Oleh:
LIA ROMTIKA HAFID
7209026
PRODI D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ny. “M” Pengan Bersalin Normal” di BPM Bidan Kiswiyati Wahyuni Bareng.
Asuhan Kebidanan ini disusun sebagai tugas praktek klinik Akademik Kebidanan Darul ‘Ulum Jombang. Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak, untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak H. M. Zulfikar As’ad, MMR selaku penanggung jawab Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
2. Ibu Hj. Sabrina Dwi Prihartini, SKM selaku K. Prodi D3 Kebidanan Jombang
3. Ibu Murfi Hidamansyah SST sebagai pembimbing Akademik
4. Ibu Kiswiyati Wahyuni Amd. Keb sebagai pembimbing praktek BPM Bareng.
5. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Laporan ini tidak lepas dari kesalahan, jadi kritik dan saran sangat diharapkan untuk
menyempurnakan laporan ini. Semua laporan ini berguna bagi pembaca dan penulis untuk menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.
Jombang, November 2011
penulis
BAB I
PNDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ada lima aspek dasar atau lima benang merah yang penting dansaling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman. Berbagai aspek tersebut melekat pada setiap persalinan, baik normal maupun patologis. Lima benang merah tersebut adalah:
1. Membuat keputusan klinik
2. Asuhan sayang ibu dan sayang bayi
3. Pencegahan infeksi
4. Pencatatan (rekam medik) asuhan persalinan
5. Rujukan
Lima benang merah ini akan selalu berlaku dalam penetalaksanaan persalinan, mulai dari kala satu hingga kala empat, termasuk penatalaksanaan bayi baru lahir.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek klinik kebidanan mahasiswa mampu melakukan asuhan pada ibu bersalin.
2. Tujuan Khusus
Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswa dapat:
a. Melakukan pengkajian
b. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah yang berdasarkan data subjektif dan objektif
c. Menentukan masalah potensial kemungkinan terjadi
d. Menentukan kebutuhan segera
e. Merencanakan tindakan yang akan dilakukan
f. Melaksanakan perencanaan yang akan dilakukan
g. Mendokumentasi
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Mekanisme Persalinan Biasa
Definisi :
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + urine) yang dapat hidup di dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
Persalinan (partus > labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viable melalui jalan lahir biasa.
Delivery adalah momentum kelahiran janin sejak kala II (akhir kala I)
1. Kala Persalinan
Proses persalinan terdiri 4 kala yaitu :
Kala I : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm
Kala II: kala pengeluaran janin waktu uterus dengan kekuatan his ditambah kekuatan meneran, mendorong janin keluar hingga lahir
Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri
Kala IV : mulai dari pengeluaran uri selama 1-2 jam
a. Kala I (kala pembukaan)
In partu (partus mulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effesement).
Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan membuka.
Kala pembukaan dibagi atasdua fase yaitu:
1. Fase Laten : dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.
2. Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 sub fase:
• Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm
• Peride dilatasi maksimat (steady) : selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
• Periode deselerasi: berlangsung lambat dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 2 cm atau lengkap.
Proses membukanya serviks disebut berbagai istilah:
Melembek(softening), menipis( thinned out), oblitrasi (oblitrated) mendatar dan tertarik keatas (effaced and taken up) dan membuka (dilatation)
Fase-fase yang dikemukaan diatas di jumpai pada primigravida bedanya dengan mutigravida ialah:
Primi Multi
Serviks mendatar (effacement) dulu, baru dilatasi berlangsung 13-14 jam Mendatar dan membuka bisa bersamaan. Berlangsung 6-7 jam.
b. Kala II (kala pengeluaran janin)
Pada kala pengeluaran janin, histerkoordinir kuat, cepat dan lebih lama kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janian telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah teknan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Karena tekanan rektum ibu merasa seperti ingin buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan perineum meregang. Dengan his mengedan yang terpimpin akan lahirlah kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi 1 ½ - 2 jam, pada muilti ½ - 1 jam.
c. Kala III ( kala pengeluaran uri)
Setelah bayi lahi, kontraksi rahim berkontraksi sebentar. Uterus teraba keras dengan hindus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 kali sebelumnya. Beberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran uri dalam 5-1 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong kedalam vagina dan akan lahir sepontan atau dengan sedikit dorongan dari atas sympisis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 CC.
d. Kala IV
Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi lahir dan urilahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan post partum.
Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah :
Primi Multi
Kala I 13 jam 7 jam
Kala II 1 jam ½ jam
Kala III ½ jam ¼ jam
Lama persalinan 14 ½ jam 7 ¾ jam
2. Mekanisme Persalinan
Pada minggu-minggu terakhir persalinan segmen bawah rahim meluas untuk menerima kepala janin terutama pada primi dan juga pada multi pada saat-saat partus mulai. Untunglah bahwa hampir 96% janin adalah letak kepala.
Pada letak belakang kepala (LBK) dijumpai pula :
• Ubun-ubun kecil kiri depan = 58 %
• Ubun-ubun kecil kanan depan = 23 %
• Ubun-ubun kecil kanan belakang = 11 %
• Ubun-ubun keci kiri belakang = 8%
Kenapa lebih banyak letak kepala, dikemukakan 2 teori :
a. Teori akomodasi: bentuk rahim memungkinkan bokong dan eksternitas yang volumenya besar berada diatas,dan kepala di bawah ruangan yang lebih sempit
b. Teori gravitasi : karena kepala relatif besar dan berat, maka akan turun kebawah. Karena his yang kuat, teratur dan sering maka kepala janin turun memasuki PAP (engagement). Karena menyesuaikan diri dengan jalan lahir, kepala bertambah menekuk (fleksi maksimal) sehingga lingkar kepala yang memasuki panggul dengan ukuran yang terkecil.
c. Diameter suboccipito-bregmatika= 9,5 cm.
d. Sirkumferensi suboccipito-bregmatika= 32 cm.
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “M” DENGAN BERSALIN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI BARENG
JOMBANG
I. PENGKAJIAN
Tanggal : 22-11-2011 Jam : 03.20 WIB
A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama ibu : Ny. “M” Nama ayah : Tn. “S”
Umur : 30 tahun Umur : 40 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SD Pendidkan : SD
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : Dsn. Ngrimbi
2. Anmnese
a. Keluhan Utama
Ibu mengatakan perutnya terasa kenceng-kenceng (10.00 WIB) dan terasa pengen BAB kayak orang mencret, lendir darah (-), ketuban pecah tidak terasa.
b. Riwayat Kehamilan Sekarang
• Selama hamil periksa dibidan
• Gerakan janin mulai dirasakan pada umur 4 bulan
• Umur kehamilan 39-40 minggu
• HPHT : ?-02-2011 TP : 04-12-2011 (hasil USG)
• ANC: TM I : 2x pada usia kehamilan 1-2 bulan
TM II : 2x pada usia kehamilan 5-6 bulan
TM III : 2x pada usia kehamilan 8-9 bulan
• Status imunisasi T4
• Keluhan dan therapy
TM I : pusing (caviplek, B6, novakalk)
TM II : diare (etabion, likokalk)
TM III: batuk (salviplek, novakalk)
c. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu
G Umur anak sekarang Jenis kelamin Jenis persalinan Tempat persalinan Penolong Bayi
PB/BB Nifas Keadaan
I
II
8 tahun
H A
Perempuan
M I
Spt. B
L
BPM
Bidan
I
49 cm/
3 kg
N
-
I
Baik
d. Riwayat Menstruasi
• Menarche : umur 11 tahun
• Siklus : 7 hari, bau khas: anyir
• Banyaknya : 1-4 hari, 3 softex/hari, 5-7 hari 2 softek/hari
• Disminorhea : 1-3 hari
• Warna darah : 1-3 hari : merah dan banyak
4-5 hari : coklat kekuningan
6-7 hari : kuning agak keputihan
e. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti; DM, hypertensi, menahun seperti; asma, jantung, menular seperti; HIV/AIDS, dan tidak mempunyai keturunan kembar.
f. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menurun seperti; DM, hypertensi, menahun seperti; asma, jantung, menular seperti; HIV/AIDS.
g. Riwayat KB
Ibu mengatakan menggunakan KB suntik 3 bulan setelah kelahiran anak pertamanya.
h. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
1. Pola nutrisi
• Saat hamil : makan : ± 3x/hari, porsi sedang, menu nasi, lauk dan sayur
Minum : ± 6-7 gelas/hari, air putih, teh
• Saat inpartu : makan : ± 2x/hari, porsi sedang, menu nasi, lauk sayur
Minum : ± 3-4 gelas/hari, air putih, teh, susu
2. Pola istirahat dan tidur
• Saat hamil : Siang 13.00 WIB-14.00 WIB
Malam 21.00 WIB-04.00 WIB
• Saat inpartu : Siang 13.00 WIB-14.00 WIB
Malam 21.00 WIB-04.00 WIB
3. Pola eliminasi
• Saat hamil : BAB 1x/hari
BAK 6-7x/hari
• Saat inpartu : BAB ± 2-3x/hari
BAK 6-7x/hari
4. Pola seksualitas
• Saat hamil : kadang seminggu sekali
• Saat inpatu : tidak pernah
i. Keadaan Psikososial
• Hubungan ibu, suami, keluarga baik
• Ibu mengharapkan anaknya nanti lahir dengan sehat dan selamat
• Ibu merasa cemas dalam menghadapi persalinan
j. Latar Belakang Sosial Budaya
• Ibu tidak pernah mengkonsumsi jamu-jamuan
• Mengadakan selamatan 6-7 bulan
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
• Keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV: TD : 120/80 mmHg BB saat hamil : 50 kg
N : 88x/menit BB sekarang : 51 kg
S : 370C TB : 155 cm
RR : 20x/menit Lila : 24 cm
2. Pemeriksaan fisik
a) Inspeksi
• Kepala : rambut hitam bersih, kepala tidak ada benjolan
• Muka : simetris, tidak pucat
• Mulut : simetris, mukosa lembab
• Mata : simetris, conjungtiva merah muda, sklera putih
• Hidung : simetris, bersih, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping hidung
• Telinga : simetris, tidak ada serumen
• Mamae : simetris, puting menonjol, ASI belum keluar
• Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tyroid
• Abdomen : pembesaran sesuai UK, adanya striae albican dan linea nigra
• Alat genetalia : tidak oedema, adanya bloody show
• Anus : tidak ada haemoroid
• Ext. Atas/bawah : simetris, tidak ada oedema, pergerakan normal
b) Palpasi
• Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan vena jugularis
• Payudara : tidak ada benjolan abnormal, kolostrum belum keluar
• Abdomen :
- Lepold I : difundus teraba bulat dan tidak melenting (bokong) (TFU: 29 cm)
- Leopold II : teraba punggung janin pada sebelah kanan ibu, sebelah kiri ibu teraba bagian kecil bayi (PUKA)
- Leopold III : bagian terendah janin teraba bulat, keras, melenting (LETKEP)
- Lepold IV : bagian terendah janin sudah masuk PAP (divergen) (2/5)
c) Auskultasi
• Dada : tidak ada wheezing/ronchi
• Abdomen : DJJ (+) (12-12-12) His: 4x45” dalam 10 detik
d) Perkusi
• Reflek patella ka/ki: +/+
3. Pemeriksaan Dalam
Tanggal : 22-11-2011 Jam : 03.30 WIB
a. Pembukaan : 9 cm
b. Efficement : 75%
c. Ketuban : -
d. Presentasi : letak kepala
e. Denominator : UUK
f. Penurunan kepala : H III+
4. Pemeriksaan Penunjang
USG
II. INTERPRESTASI DATA
DX : G2P10001 UK 39-40 minggu tunggal, hidup, intra uteri dengan kala I fase aktif
DS : ibu mengatakan perutnya sering kenceng-kenceng dan ibu terasa ingin BAB
DO : keadaan ibu baik
TTV : TD : 120/80 mmHg HPHT : ?-02-2011
N : 88x/menit TP : 4-12-2011
S : 370C DJJ : 140x/menit
RR : 20x/menit His : 4x45” dalam 10 menit
Abdomen: Leopold I : difumdus teraba bulat dan tidak melenting (bokong) (TFU: 29 cm)
Leopold II : sebelah kanan perut ibu teraba keras, memanjang seperti papan dan sebelah kiri perut ibu teraba bagian kecil janin.
Leopold III : bagian terendah janin teraba bulat, melenting keras (kepala) letkep
Leopold IV : bagian terendah janin sudah masuk PAP (2/5)
Pemeriksaan dalam: VT Ǿ 9 cm, eff 75%, ketuban (-), letak kepala, hodge III+
Masalah : cemas
Kebutuhan : dukungan support
• Latihan pernafasan
• Konseling tentang persalinan
• Observasi inpartu
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Tidak ada
IV. KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
V. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan dalam waktu 1x30 menit diharapkan ibu dapat masuk kala II
Kriteria hasil : keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV : TD : 110/80 mmHg-130/80 mmHg
N : 80-90x/menit
S : 36,50C-37,40C
RR : 16-24x/menit
His : < 3x35”x10’
• Ǿ lengkap dan bayi lahir spontan
Intervensi
1. Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga melalui komunikasi terapeutik
R/ dengan melakukan pendekatan pada ibu maupun keluarga melalui komunikasi terapeutik diharapkan klien dan keluarga lebih kooperatif dan meningkat rasa saling percaya kepada petugas kesehatan.
2. Lakukan observasi sesuai dengan partograf
R/ maupun parameter awal untuk mengetahui kondisi klien dan adanyakomplikasi
3. Beri penjelasan pada pasien tentang keadaan saat ini
R/ ibu mengerti tentang keadaannya dan ibu dapat beradaptasi
4. Anjurkan pada ibu untuk miring kiri dan membantu ibu mengambil posisi yang nyaman dan benar
R/ membantu proses penurunan kepala janin
5. Pantau pengeluaran pervaginem dan lakukan pemeriksaan dalam sesuai dan indikasi
R/ dengan memantau pengeluaran pervaginem serta pemeriksaan dalam dapat mengetahui kemajuan persalinan.
6. Anjurkan ibu untuk tetap mendapatkan nutrisi
R/ menambah energi, kekuatan pada ibu disaat meneran bila pembukaan sudah lengkap
7. Anjurkan/bantu ibu untuk mengosongkan kandung kemih dan BAB
R/ kandung kemih yang penuh dapat menghambat turunnya kepala janin dan mengurangi kontraksi
8. Lakukan persiapan alat, perlengkapan bayi dan bayi
R/ antisipasi dilakukan asuhan kebidanan kala II sebagai tindakan efektif dalam proses persalinan.
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal/jam Pelaksanaan TTD
03.30 WIB
Tgl
22-11-2011
03.40 WIB
03.45 WIB
1. Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga melalui komunikasi terapeutik agar terjadi adanya pendekatan pada petugas kesehatan
2. Melakukan observasi sesuai dengan partograf
3. Memberikan penjelasan pada ibu tentang keadaannya pada saat ini contohnya: keadaan janin, kondisi ibu dan pembukaan
4. Menganjurkan pada ibu untuk miring kekiri, berjongkok untukmempercepat proses penurunan kepala janinin dan membantu ibu dalam posisi yang nyaman
5. Memantau pengeluaran pervaginem danmelakukan pemeriksaan dalam sesuai dengan indikasi
6. Menganjurkan ibu untuk tetap mendapatkan nutrisi agar disaat ibun pembukaan lengkap dapat mengejan dengan sempurna
7. Menganjurkan pada ibu untuk mengosongkan kandung kemih agar tidak menghambat kontraksi dan penurunan kepala
8. Mempersiapkan alat, perlengkapan bayi dan ibu
VII. EVALUASI
Tanggal: 22-11-2011 Jam: 03.50 WIB
KALA II
S : ibu mengatakan sering kenceng-kenceng dan terasa sakit sampai menembus punggung dan teerasa ingin BAB
O : keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV: TD : 120/80 mmHg
RR : 20x/menit
Suhu : 370C
Nadi : 88x/menit
His : 4x45” dalam 10 detik
DJJ : 148x/menit
VT : Ǿ 10 cm / eff 100% / letkep / UUK/HIII+ / ket (-)
A : ibu masuk kala II
P :
1. Mengamati tanda dan gejala kala II (doran, teknus, perjol, vulka)
2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan esensial, mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan menempatkan tabung suntik steril didalam partus set
3. Mengenakan clemek plastik
4. Melepaskan semua perhiasan dan mencuci tangan
5. Memakai handcun pada tangan yang akan digunakan untuk pemeriksaan dalam
6. Mengisap oksitosin 10 unit kedalam spuit
7. Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT
8. Memlakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan lengkap
9. Mendekontaminasi handscun kedalam larutan klorin 0,5%
10. Memeriksa DJJ setelah kontraksi berakhir
11. Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, membantu ibu dalam posisi yang nyaman dan memberikam semangat pada ibu saat ibu mulai meneran
12. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran
13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran, jika ibu tidak mempunyai dorongan meneran anjurkan ibu untuk berjongkok, berjalan dan mengambil posisi yang nyaman
14. Jika kepala bayi sudah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm,meletakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi
15. Meletakkan kain yang bersih dilipat 1/3 bagian, dibawah bokong ibu
16. Membuka partus set
17. Memakai handscun steril pada kedua tangan
18. Saat kepala bayi membuka vulva dengan diameter 5-6 cm, lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain tadi. Letakkan tangan yang lain dikepala bayi dan lakukan tekanan yang lembut dan tidak menghambat pada kepala bayi, menganjurkan ibu meneran perlahan-lahan/bernafas cepat saat kepala lahir
19. Dengan lembut menyeka muka, mulut dan hidung bayi dengan kain/kasa yang bersih
20. Memeriksa lilitan tali pusat dan mengambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi
21. Menunggu hingga kepala bayi malakukan putaran paksi luar secara spontan
22. Setelah kepala bayi melakukan putaran paksi luar, tempatkan kedua tangan dimasing-masing sisi muka bayi dan menariknya kearah bawah dan kearah keluar hingga bahu anterior muncul dibawah arkus pubis dan kemudian menarik kearah atas dan kearah luar untuk melahirkan bahu anterior
23. Setelah kedua bahu lahir, menelusurkan tangan mulai kepala bayi yang berada dibagian bawah kearah perineum, membiarkan bahu dan lengan posterior lahir dengan disangga tangan, gunakan lengan bagian bawah untuk menyangga tubuh bayi saat dilahirkan
24. Tangan kiri memegang kepala bahu, lengan menyusuri sampai bokong
25. Melakuakan penilaian selintas/sesaat
Bayi lahir spontan, tanggal: 22-11-2011 jam: 04.05 WIB
Apgar score: kemerahan seluruh tibuh, gerak aktif, menangis kuat, RR > 100x/menit
26. Mengeringkan tubuh bayi
27. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus.
KALA III
Tanggal: 22-11-2011 jam: 04-05 WIB
S : ibu mengatakan merasa lega dan senang bayinya lahir dengan selamat dan sehat
O : keadaan umum baik
- Keadaan composmentis
- Bayi lahir spontan pada jam: 04.05 WIB tanggal: 22-11-2011
- AS : 8-9
- BBL : 2900 kg, PB : 50 cm
A : masuk pada kala III
P :
28. Memberitahu ibu bahwa ibu akan disuntik oksitosin, agar uterus berkontraksi dengan baik
29. Memberikan suntik oksitosin 10 unit IM setelah 1 menit bayi lahir pada 1/3 paha atas bagian distal lateral ibu
30. Setelah 2 menit pasca persalinan, menjepit tali pusat dengan klem kira2 3 cm dari pusat bayi, mendorong isi tali pusat kearah ibu dan jepit lagi 2 cm dari klem pertama
31. Memotong tali pusat diantara 2 klem dengan dilindungi tangan dibawah tali pusat yang akan dipotong
32. Mengikat tali pusat dengan benang steril
33. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat
34. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva
35. Meletakkan tangan diatas kain yang ada diperut ibu, tepat diatas tulang pubis untuk melakukan palasi, kontraksi dan menstabilakan uterus, memegang tali pusat dan klem dengan tangan yang lain
36. Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan penegangan tali pusat sejajar lantai sambil tangan yang lain mendorong uterus kearah belakang atas (dorso cranial) secara hati-hati
37. Melakukan penegangan dan dorongan dorso cranial hingga plasenta terlepas, meminta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian keatas mengikuti poros jalan lahir (tetap melakukan tekanan dorso cranial)
38. Saat plasenta terlihat diintroitus vagina, melanjutkan kelahiran plasenta dengan menggunakan kedua tangan. Pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin (kemudian melahirkan dan menempatkan plasenta pada wadah yang telah disediakan)
39. Setelah plasenta dan selaput ketuban lahir,melakukan masase uterus dengan meletakkan tangan diatas fundus dan melakukan masase dengan gerakan melingkar
40. Memeriksa kedua sisi plasenta baik yang menempel keibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan bahwa selaput ketuban lengkap dan utuh
41. Mengevaluasi adanya laserasi
KALA IV
Tanggal: 22-11-2011 Jam: 04.15 WIB
S : ibu mengatakan lega setelah plasentanya keluar
O : keadaan ibu baik
- Kesadaran composmentis
- Panjang tali pusat: ± 50 cm
- Diameter ± 18 cm
- Tebal ± 2 cm
A : masuk pada kala IV
P :
42. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik
43. Membierkan bayi tetap kontak kulit dengan ibu ≤ 1 jam
44. Setelah 1 jam, melakukan penimbangan/pengukuran bayi, tetes mata, vit. K disuntikkan pada paha bagian kiri
45. Setelah 1 jam pemberian vit. K, kemudian berikan imunisasi hepatitis B dipaha bagian kanan
46. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan
47. Mengajarkan pada ibu/keluarga bagaimana cara melakukan masase
48. Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah
49. Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit 1 jam pertama, 30 menit 2 jam kedua
50. Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan spontan
51. Menempatkan peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5%
52. Membuang bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai
53. Membersihkan ibu dengan menggunakan air DTT
54. Memastikan ibu merasa nyaman dan menganjurkan pada keluarga untuk membantu memberi makan dan minum
55. Mendekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5%
56. Membersihkan handscun kedalam larutan klorin 0,5%
57. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
58. Melengkapi partograf
EVALUASI
Jam: 04.30 WIB Tanggal: 22-11-2011
S : ibu mengatakan, ibu terasa lelah setelah menghadapi proses persalinan
O : TTV: TD : 110/70 mmHg - Kontraksi uterus baik, keras
N : 84x/menit - Lochea rubra
S : 36,60C - Jumlah perdarahan ± 150 cc
RR : 20x/menit - TFU 1 jari dibawah pusat
A : Ny. “M” dengan 2 jam post partu
P : observasi ibu dan janin
• Memantau perdarahan
• Kontak dini ibu dan bayi
• Konseling pada ibu
- Bagaimana mencegah perdarahan
- ASI exklusive
- Mobilisasi dini
- Tidak boleh tarak dengan makanan
- Personal hygine
• Follow up 1 minggu lagi untuk ibu dan bayinya pada tanggal 28 November 2011
• Imunisasi hepatitis B
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan pengkajian kasus pada Ny. “M” didapatkan data subyektif dan objektif ibu dapat menjalankan proses persalinanannya dengan normal. Dari pengkajian tersebut penulis dapat mendiagnosa Ny. “M” G2P100001 UK 39-40 minggu, tunggal, hidup, intra uteri dengan kala I fase aktif.
Pada Ny. “M” dilakukan intervensi antara lain: pendekatan pada ibu, observasi sesuai partograf, memantau kemungkinan adanya tanda-tanda gejala kala II, asupan nutrisi, setelah dilakukan intervensi, penulis mengimplementasikan mulai dari kala I sampai dari kala II.
Implementasi yang dilakukan pada Ny. “M” dapat terlewatkan dengan baik, atas kerja sama klien, keluarga dan tenaga kesehatan.
2. Saran
a. Bagi mahasiswa
• Mempelajari lebih lanjut tantang teori yang berhubungan dengan asuhan kebidanan pada persalinan sehingga dapat menerapkan dan memberikan asuhan pada ibu dengan komprehensif
• Belajar lebih lanjut cara praktek yang benar untuk lebih terbiasa
b. Bagi petugas
• Petugas memberikan asuhan yang komprehensif secara cepat, aman dan tepat
• Mengintropeksi kembali pelayanan yang kurang sesuai dan memperbaikinya untuk yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam. “Sinopsis Obstetri”, edisi 2
Buku Acuan Dan Panduan “Asuahan Persalinan Normal Dan Inisiasi Menyusui Dini”.2008
Jumat, 06 Januari 2012
askeb BBLR dan RDS
ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYAI Ny “W” UMUR 2 HARI DENGAN BBLR DAN RDS
DIRUANG NEONATUS RSIA MUSLIMAT
JOMBANG
Disusun Oleh:
LIA ROMTIKA HAFID
7209026
PRODI D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada By. Ny “W” diruang Neonatus Muslimat Jombang.
Asuhan Kebidanan ini disusun sebagai tugas praktek klinik Akademik Kebidanan Darul ‘Ulum Jombang. Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak, untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak H. M. Zulfikar As’ad, MMR selaku penanggung jawab Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
2. Ibu Hj. Sabrina Dwi Prihartini, SKM selaku K. Prodi serta pembimbing akademik D3 kebidanan Darul ‘Ulum.
3. Ibu Umi Sriwatin Amd. Kep selaku pembimbing ruangan
4. Ibu Tutik Junaidah Amd. Keb selaku kepala ruangan
5. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Laporan ini tidak lepas dari kesalahan, jadi kritik dan saran sangat diharapkan untuk
menyempurnakan laporan ini. Semua laporan ini berguna bagi pembaca dan penulis untuk menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.
Jombang, November 2011
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut survei, demografi dan kesehaan Indonesia 2002-2003 angka kematian Neonatal 20/1000 kelahiran hidup. Dalam satu tahun sekitar 89000 bayi usia satu hari meninggal artinya setiap menit ada satu bayi meninggal penyebabutamanya adalah kematian Neonatal dengan BBLR (29%) dan asfiksia (27%).
BBLR terdiri atas BBLR kurang bulan, BBLR cukup bulan dan BBLR lebih bulan, BBLR kurang bulan. Khususnya BBLR dengan kehamilan kurang dari 35 minggu, umumnya mengalami penyulit seperti gangguan nafas, ikhterus, infeksi dan lain-lain.
BBLR cukup bulan atau lebih bulan umumnya memiliki organ tubuh matur sehingga perawatannya tidak terlalu bermasalah, mereka hanya membutuhkan kehangatan, nutrisi dan pencegahan infeksi, ketiga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan perawatan teknologi tepat guna dirumah oleh orang tuanya.
Masalah yang sering timbul pada BBLR adalah hipotermi, hipoglikemi, hiperbilirubinia, infeksi dan gangguan minum.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek klinik kebidanan mahasiswa melakukan asuhan kebidanan pada kasus BBLR secara komprehensif
2. Tujuan Khusus
Setelah melauikan asuhan kebidanan mahasiswa dapat :
a. Memahami pengkajian pada kasus BBLR
b. Melaksanakan pengkajian pada kasus BBLR
c. Mengidentifikasi diagnosa/ masalah kebidanan berdasarkan data subjektif dan data objektif
d. Menentukan masalah potensial yang mungkin terjadi
e. Menentukan kebutuhan segera
f. Merencanakan tindakan yang akan dilalukan untuk menanggulangi kasus BBLR
g. Melaksanakan perencanaan yang telah ditentukan
h. Mendokumentasikan secara benar.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
1. Definisi dan beberapa istilah
WHO (1961) mengganti istilah bayi prematur dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR), karena disadari tidak semua bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gr pada waktu lahir bukanbayi prematur
a) Prematuritas Murni
Adalah bayi lahir pada kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat badan yang sesuai
b) Small for date (SFD) atau kecil untuk masa kehamilan (KMK) adalah bayi yangberat badannya kurang dari seharusnya umur kehamilan
c) Retardasi pertumbuhan janin Intra uterin
adalah bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan
d) Light for date sama dengan Small for date
e) Dismaturitas
Adalah suatu syndrom klinik dimana terjadi ketidak seimbangan antara pertumbuhan janin dengan lanjutnya kehamilan atau bayi-bayi yang lahir dengan berat badan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan. Atau bayi dengan gejala intra uterine or wasting.
f) Large for date
Adalah bayi yang dilahirkan lebih besar dari seharusnya tua kehamilan, misalnya pada diabetes mellitus. (Mochtar, Rustam “Sinopsis Obstetri” edisi 2).
Berat badan lahir rendah (BBLR) dibagi menjadi dua golongan:
1. Dismaturitas
Bayi lhir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa gestasi itu. Berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intra uterin dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK)
2. Prematuritas Murni
Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi itu atau biasa disebut Neonatus kuarang bulan- sesuai untuk masa kehamilan (NBK- SMK).
a) Penyebab Prematuritas Murni
1) Faktor ibu
• Usia
• Keadaan sosial-ekonomi
• Penyakit
2) Faktor Janin
Hidramnion, kehamilan ganda umumnya akan mengakibatkan lahir bayi BBLR.
b) Penyakit Bayi Prematur
1) Syndrom Gangguan Pernafasan Idiopatik
Disebut juga penyakit Membran Hialin karena pada stadium terakhir akan terbentuk membran hialin yang melapisi alveolus paru
2) Pneumonia Aspirasi
Sering ditemukan pada prematur, karena reflek menelan dan batuk belum sempurna, penyakit ini dapat dicegah dengan perawatan yang baik.
3) Perdarahan Intraventikular
Perdarahan spontan diventrikel otak lateral biasanya disebabkan oleh karena anoksia otak.
4) Fibroplasia Retrolental
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh gangguan oksigen yang berlebihan.
5) Hiperbilrubinemia
Penyakit ini disebabkan faktor kematangan hepar sehingga konjugasi billirubin indirek menjadi billirubin direk belum sempurna. (Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteraan Universitas Indonesia, jilid 3; 1985).
2. Etiologi
Sering faktor penyebabnya tidak diketahui ataupun kalau diketahui faktor penyebabnya tidaklah berdiri sendiri antara lain adalah:
- Faktor genetik atau kromosom
- Infeksi
- Bahan toksik
- Radiasi
- Insufisiensi atau disfungsi plasenta
- Faktor nutrisi
- Faktor-faktor lain seperti merokok, peminum alkohol, bekerja berat seperti hamil, plasenta previa, kehamilan ganda, obat-obatan dan sebagainya.
3. Diagnosis dan Gejala Klinik
• Sebelum bayi lahir
a. Pada anamnese sering dijumpai adanya riwayat abortus, partus prematurus dan lahir mati.
b. Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya kehamilan
c. Pergerakan janin yang pertama (quickening) terjadi lebih lambat, gerakan janin lebih lambat walaupun kelahirannya sudah agak lanjut
d. Pertambahan berat badan ibu lambat dan tidak sesuai menurut yang seharusnya
e. Sering dijumpai kehamilan dengan oligohidramnion atau bisa pula dengan hidramnion; hiperemesis gravidarum dan pada hamil lanjut dengan toksemia gravidarum atau perdarahan antepartum
• Setelah bayi lahir
a. Bayi dengan retardasi petumbuhan intra uterin
Secara klasik tampak bayi yang kelaparan,tanda-tanda bayi ini adalah tengkorak kepala keras, gerakkan bayi terbatas, verniks kaseosa sedikit atau tidak ada, kulit tipis, kering, berlipat-lipat, mudah diangkat, abdomen cekung atau rata, jaringan lemak dibawah kulit sedikit, tali pusat tipis, lembek dan berwarna kehijauan.
b. Bayi prematur yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu
Verniks kasiosa ada, jaringan lemak bawah kulit sedikit, tulang tengkorak lunak mudah bergerak, muka seperti boneka (doll-like). Abdomen buncit, tali pusat tebal dan segar,menangis lemah, tonus otot hipotoni, dan kulit tipis, merah dan transparan.
c. Bayi small for date sama dengan bayi retardasi pertumbuhan intra uterine.
d. Bayi prematur kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya, karena itu sangat peka terhadap gangguana pernapasan, infeksi, tarauma kelahiran, hipotermi dan sebagainya. Pada bayi kecil untuk masa kehamilan (small for date) alat-alat dalam tubuh lebih berkembang dibandingkan dengan bayi prematur berat badan sama, karena itu akan lebih mudah hidup diluar rahim, namun tetap lebih peka terhadap infeksi dan hipotermi dibandingkan dengan bayi matur dengan berat badan normal.
4. Perwatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah
Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan dan siap sedia dengan tabur oksigen. Pada bayi prematur makin pendek masa kehamilan, makin sulit dan banyak persoalan yang akan dihadapi dan makin tinggi angka kematian perinatal. Biasanya kematian disebabkan oleh gangguan pernafasan, infeksi, cacat bawaan, dan trauma pada otak.
a. Pengaturan suhu lingkungan
Bayi di masukkan inkubator dengan suhu yang diatur:
- Bayi berat badan dibawah 2 kg 35oC
- Bayi berat badan 2 kg sampai 2,5 kg 34oC
Suhu inkubator diturunkan 1oC setiap minggu sampai bayi dapat ditempatkan pada suhu lingkungan sekitar 24-27oC.
b. Makanan bayi berat badan lahir rendah
Umumnya bayi prematur belum sempurna refleks menghisap dan batukknya, kapasitas lambung masih kecil, dan daya enzim pencernaan, terutama lipase masih kurang. Makamanan diberikan dengan pipet sediki-sedikit namun lebih sering. Sedangkan pada bayi small for date sebliknya kelihatan seperti orang kelaparan, rakus minum dan makan. Yang harus diperhatikan adalah terhadap kemungkinan terjadinya pneumonia aspirasi.
5. Prognosis Bayi Berat Badan Lahir Rendah
Kematian prinatal pada bayi berat badan rendah 8 kali lebih besar dari bayi normal pada umur kehamilan yang sama.
Prognosis akan lebih buruk lagi bila berat badan lebih makin rendah. Angka kematian yang tinggi terutama disebabbkan oleh seringnya dijumpai kelainan komplikasi neonatal seperti asfiksia, apirasi pneumonia, perdarahan intrakranial dan hipoglikemi. Bila bayi ini selamat kadang-kadang dijumpai kerusakan pada syaraf dan akan terjadi gangguan biacara, IQ rendah, dan gangguan lainnya.
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
By. Ny “W” UMUR 2 HARI DENGAN BBLR DAN RDS
DIRUANG NEONATUS RSIA MUSLIMAT
JOMBANG
No. Reg : 06-26-55
Ruangan : Neonatus
Tgl. Pengkajian : 7-11-2011 jam: 09.30 WIB
Tanggal MRS : 06-11-2011
I. PENGUMPULAN DATA
A. Data Subyaktif
1. Identitas/Biodata
Nama Bayi : By. Ny. “W”
Umur : 2 hari
Tgl/jam lahir : 06 Nov 2011, jam: 21.32 WIB
Jenis kelamin : perempuan
Berat badan : 1480 gram
Panjang badan : 41 cm
Nama ibu : Ny. “W” Nama ayah : Tn. “H”
Umur : 42 tahun Umur : 44 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SI Pendidkan : SI
Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Karyawan BRI
Alamat : Griya Indah 1/6
2. Anamnese
a) Riwayat Penyakit Kehamilan
• Perdarahan : -
• Pre Eklamsia : ya
• Eklamsia : -
• Penyakit Kelamin: -
• Lain-lain : ibu mempunyai penyakit menurun yaitu asma dan hypertensi
b) Riwayat Kehamilan Sekarang
G4P20012 UK 35 minggu, tunggal, hidup, intra uteri, inpartu kala I dengan empending eclampsia
c) Kebiasaan Waktu Hamil
• Makanan : -
• Obat-obatan/jamu : -
• Merokok : -
• Lain-lain : -
d) Riwayat Penyakit Keluarga
Didalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menahun, tapi ada yang mempunyai penyakit menurun yaitu asma dan hypertensi.
e) Riwayat Penyakit Sekarang
• Jenis persalinan : SC
• Ditolong oleh : dr. Henny SPOG
• Atas indikasi : empending eclampsia
• Ketuban pecah : + (jernih)
• Komplikasi persalinan:
- Ibu : -
- Bayi : BBLR
f) Riwayat Neonatal
1. Riwayat penyakit sekarang
Bayi lahir langsung menangis, lahir secara SC atas indikasi empending eclampsia pada tanggal 06-11-2011, jam: 21-32 WIB, BB: 1480 gram, PB: 41 cm, LK: 30 cm, bayi dibawa keruang Neonatus karna bayi dalam keadaan BBLR, sianosis dan adanya retraksi dinding dada dan cuping hidung.
2. Keadaan bayi baru lahir
• Lahir : langsung menangis
• Berat badan : 1480 gram
• ASI/PASI : -
• Nilai apsgar dan down skor
Apsgar skor
Tanda 0 1 2 Jmlh
menit
1 Frekuensi jantung
Usaha bernafas
Tonus otot
Reflek
Warna [] tidak ada
[] tidak ada
[] lumpuh
[] tidak bereaksi
[] biru pucat [] <100
[.] lambat tak teratur
[.] ext.flexi sedikit
[.] gerakan sedikit
[] tubuh kemerahan tangan dan kaki [.] >100
[] Menangis kuat
[] Gerakan aktif
[] Menangis
[.] kemerahan seluruh tubuh
7
menit
5 Frekuensi jantung
Usaha bernafas
Tonus otot
Reflek
warna
[] tidak ada
[] tidak ada
[]lumpuh
[] tidak bereaksi
[] biru pucat [] <100
[] lambat tak teratur
[.] Ext.reflek sedikit
[.] gerakan sedikit
[] tubuh kemerahan tangan dan kaki [.] >100
[.] Menangis kuat
[] gerakan aktif
[] menangis
[.]kemerahan seluruh tubuh
8
Score Down
Tanda 0 1 2
Frekuensi nafas
Retraksi
Sianosis
Ari entry
Merintih [.] <60x/menit
[] tdk ada retraksi
[] tdk ada sianosis
[.] udara masuk bilateral baik
[.] tidak merintih [] 60-80x/menit
[.] retraksi ringan
[] sianosis hilang dengan O2
[] penurunan ringan udara masuk
[] dapat didengar dengan stetoskop [] >80x/menit
[] retraksi berat
[.] sianosis menetap walaupun diberi O2
[] tidak ada udara masuk
[] dapat didengar tanpa alat bantu
Skor <4 tidak ada gawaat nafas
Skor 4-7 gawat nafas
Skor >7 ancaman gagal nafas
(pemeriksaan gas darah harus dilakukan)
3. Resusitasi
Penhisapan lendir : ya Rangsangan : ya
Massage jantung : tidak Lamanya : -
Oksigen : tidak Lamanya : -
Therapy : incubator
Keterangan : untuk menghangatkan tubuh bayi sehingga bayi tidak terjadi hypothermi
Lain-lain : -
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan fisik umum
a) Keadaan umum : cukup
b) Suhu : 371oc
c) Pernafasan : 58x/menit
d) Berat badan : 1480 gram
e) Panjang badan : 41 cm
2. Pemeriksaan fisik secara sistematis
a) Inspeksi
Kepala : simetris, tidak ada caput, rambut hitam tipis
UUB/UUK : belum menutup
Muka : simetris, tidak pucat
Mata : simetris, tidak ada scret, conjungtiva merah muda, mata sudah dapat membuka
Telinga : simetris, daun telinga tipis dan lunak, tidak ada kotoran, tidak ada lesi
Mulut : simetris, tidak ada kelainan, bibir lembab dan merah, terpasang NGT
Hidung : simetris, tidak ada kelaianan, tidak ada scret, tidak ada pernafasan cuping hidung, terpasang O2 CPAP
Leher : simetris, tidak tampak pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis
Dada : simetris, puting susu sudah terlihat, ada retraksi dinding dada
Tali pusat : bersih, lembab, tidak ada perdarahan
Punggung : tidak ada lesi, adanya lanugo, tidak ada kelainan kongenital
Genetalia : labia mayora belum menutupi labia minora, vagina berlubang
Anus : anus berlubang, tidak atresia ani
Ext. Atas/bawah: simetris, tidak ada kelainan kongenital extermitas atas atupun bawah seperti polidaktil, sindaktil dll, tangan sebelah kanan terpasang infus
Kulit : kulit tipis, lanugo +, tidak adalesi, warna kemerahan
b) Palpasi
Kepala : UUB/UUK terasa empuk (belum menutup)
Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tyroid
Abdomen : tidak ada pembesaran hepar
c) Auskultasi
Dada : tidak ada ronchi/wheezing
Abdomen : bising usus normal
d) Reflek
Reflek morro : bisa, dapat diketahui saat dikagetkan dengan menepuk tangan maka bayi akan kaget
Reflek rooting : bisa, dapat dilihat saat menyentuh pipi bayi, maka bayi akan menoleh
Reflek walking : tidak bisa (seperti berjalan)
Reflek graps : bisa, dapat diketahui saat tangan kita disentuhkan pada tangan bayi, maka dengan sendirinya bayi akan menggenggam
Reflek sucking : bisa, dapat dilihat saat bayi diberi setetes susu dan dia dapat menghisapnya
Reflek tonic neck : tidak bisa (mengangkat kepala/leher)
e) Antopometri
Lingkar kepala:
• SOB :28 cm
• FO : 30 cm
• MO : 32 cm
• BBL : 1480 gram
• PBL : 41 cm
f) Eliminasi
BAB : (+) 2-3x/hari, meconium warna hitam
BAK : (+) 3-4x/hari, warna kuning jernih
g) Data Penunjang
Tanggal: 7 November 2011
HB : 16,5 g/dl
Leokosit : 24.100/cmm
Hematoksit : 50%
Trombosit : 243.00/cmm
Gol. Darah :
Ibu : B
Bayi : O
h) Therapy
Thermoregulasi
O2 C.PAP
Inj. Taxegram 2x100 gram
Neo. K 1 gram
D 10% 40 cc/24 jam
II. INTERPRESTASI DATA
DS : -
DO : keadaan cukup
• Gerakan lemah TTV : RR : 58x/menit
• Tangis lemah S : 37,1oC
• Sianosis, sesak BBL : 1480 gram
• Warna kulit kemerahan PBL : 41 cm
• Retraksi dinding dada LK : 30 cm
• Retensi 3 cc, lendir HR : 149x/menit
Masalah : -
Kebutuhan : thermoregulasi
• Nutrisi
• Oksigen
• Kolaborasi
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Diagnosa : BBLR dan RDS (respiraty distress syndrom)
Potensial : gagal nafas, hipothermi, infeksi, hipoglikemi, ichterus
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
• Nutrisi
• Oksigen
• Kolaborasi dengan dokter
V. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH
Diagnosa : By. Ny. “W” umur 2 hari dengan BBLR dan RDS
Tujuan : setelah dilakukan tindakan 1x24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi terpenuhi dan tidak terjadi masalah-masalah yang menyertai.
Kriteria : berat badan bayi meningkat
• HR : 120-160x/menit
• Suhu : 36,50C-37,40C
• RR : 40-60x/menit
• Tidak sianosis
• Menangis kuat
• Gerak aktif
• Kulit kemerahan
• BAB/BAK : +/+
Intervensi
1. Lakukan pendekatan terapeutik dengan ibu dan keluarga
R/ terjalin hubungan kerja sama dan komunikasi yang baik antara ibu, keluarga dan tenaga kesehatan
2. Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
R/ menghindari dari penularan infeksi
3. Lakukan observasi TTV
R/ mendeteksi sejak dini kemungkinan komplikasi/kelainan yang muncul
4. Berikan oksigen
R/ membantu meringankan pernafasan
5. Perawatan tali pusat, perawatan sehari-hari dan kehangatan bayi
R/ menghindari terjadinya infeksi, hygine bayi tetap terjaga dan mencegah terjadinya hypothermi
6. Berikan ASI/PASI bila keadaan bayi sudah stabil
R/ memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan dapat meningkatkan tiumbang bayi
7. Kolaborasi dengan tim medis
R/ pemberian therapy
VI. IMPLEMENTASI
HARI/TANGGAL
PELAKSANAAN
TTD
Senin
07-11-2011
Jam
12.30 WIB 1. Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga dengan cara: memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan yang akan dilakukan.
2. Melakuakn cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan sabun dan air mengalir
3. Melakukan observasi TTV
4. Memberikan O2 C. PAP BBLR dan RDS untuk membantu meringankan pernafasan
5. Merawat tali pusat dengan dibungkus kasa steril, menghangatkan bayi kedalam incubator, merawat bayi sehari-hari seperti:
• Memandikan bayi
• Membersihkan BAB/BAK dan mengganti pempes
6. Memberikan ASI exclusive secara adekuat/susu pengganti (PASI) minimal 2 jam sekali apabila bayi sudah stabil
7. Melakukan advis dokter
VII. EVALUASI
Tanggal : 07-11-2011 Jam : 13.45 WIB
S : -
O : keadaan umum cukup Therapy: O2 C. PAP
• Menangis lemah Incubator
• Gerak lemah Inj. Taxegram 2x100 mg
• Sianosis AA 6% : 25 cc
• Retraksi dinding dada D 10% : 160 cc/24 jam
• Retensi 3 cc, lendir
• TTV: RR : 50x/menit
S : 37,10C
HR : 132x/menit
• BAB/BAK : +/+
• Kembung : -
• Muntah : -
• Bayi dipuasakan
A : By. Ny. “W” umur 2 hari dengan BBLR dan RDS
P : bayi dipuasakan
• Menyeka bayi
• Mengganti pempes apabila BAB/BAK
• Observasi tiap 2 jam sekali
• Kolaborasi dengan dokter
Catatan Perkembangan
Tanggal : 08-11-2011 Jam : 12.30 WIB
S : -
O : keadaan umum cukup Therapy : Incubator
• Gerakan aktif O2 C. PAP
• Tangis kuat D 10% : 160 cc/24 jam
• Retraksi dinding dada Elextrolit
• TTV: RR : 46x/menit Nacl 3% : 15 cc
S : 36,80C pot clor 3cc
• Retensi 3 cc lendir Ca. Gluconas 15 cc
AA 6% : 25 cc
Sonde PASI 2,5 cc tiap 2 jam sekali
A : By. Ny. “W” umur 3 hari dengan BBLR dan RDS
P : Nutrisi
• Menyeka bayi
• Mengganti pempes apabila BAB/BAK
• Observasi tiap 2 jam sekali
• Kolaborasi dengan dokter
Catatan Perkembangan
Tanggal : 09-11-2011 Jam : 22.00 WIB
S : -
O : keadaan umum cukup Therapy : D 10% : 160 cc/24 jam
• Gerak aktif O2 C. PAP aff
• Menangis kuat Sonde 2,5 cc tiap 2 jam sekali
• BAB/BAK: +/+ Lipid 20% : 20 cc
• Retensi : - Elektrolit
• TTV: RR: 60x/menit Nacl 3% : 15 cc
S : 370C Pot clor 3 cc
Ca gluconas 15 cc
AA 6% : 2,5 cc
A : By. Ny. “W” umur 4 hari dengan BBLR
P : Nutrisi (ASI/PASI)
• Menyeka bayi
• Mengganti pempes apabilaBAB/BAK
• Observasi tiap 2 jam sekali
• Kolaborasi dengan dokter
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
• BBLR (bayi baru lahir rendah) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa gestasi berat lahir adalah bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir.
• Penyebab BBLR
a. Persalinan kurang bulan/prematur (pada umur kehamilan 28-36 minggu)
b. Bayi kecil masa kehamilan
• Beberapa faktor predisposisi
a. Faktor ibu
b. Faktor plasma
c. Faktor janin
• Tanda BBLR kurang bulan
Tanda prematuritas
a. Tulang rawan telinga belum terbentuk
b. Masih terdapat lanugo
c. Reflek masih lemah
d. Alat kelamin pada perempuan labium mayora belum menutupi labium minor, pada laki-laki testis belum turun, testis belum terbentuk.
• BBLR kecil masa kehamilan
Tanda janin tumbuh lambat
a. Tidak dijumpai tanda prematuritas seperti tersebut diatas
b. Kulit keriput
c. Kuku lebih panjang
• Penatalaksanaan
a. Mempertahankan suhu tubuh
b. Memenuhi kebutuhan O2
c. Memenuhi kebutuhan nutrisi
d. Pencegahan infeksi
e. Melibatkan orang tua
B. Saran
Diharapkan dapat meningkatkan perawatan BBLR dengan memberikan lingkungan yang aman dan nyaman, perlu adanya penanganan bagi BBLR dengan hati-hati dalam perawatan bayi BBLR, dan juga diharapkan meningkatkan mutu pelayanan dengan menyediakan peralatan dan pelayanan yang lebih canggih serta mengirimkan tenaga kesehatan mengikuti pelatihan/seminar.
DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam “Sinopsis Obstetri” edisi 2
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, jilid 3; 1985
PADA BAYAI Ny “W” UMUR 2 HARI DENGAN BBLR DAN RDS
DIRUANG NEONATUS RSIA MUSLIMAT
JOMBANG
Disusun Oleh:
LIA ROMTIKA HAFID
7209026
PRODI D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada By. Ny “W” diruang Neonatus Muslimat Jombang.
Asuhan Kebidanan ini disusun sebagai tugas praktek klinik Akademik Kebidanan Darul ‘Ulum Jombang. Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak, untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak H. M. Zulfikar As’ad, MMR selaku penanggung jawab Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
2. Ibu Hj. Sabrina Dwi Prihartini, SKM selaku K. Prodi serta pembimbing akademik D3 kebidanan Darul ‘Ulum.
3. Ibu Umi Sriwatin Amd. Kep selaku pembimbing ruangan
4. Ibu Tutik Junaidah Amd. Keb selaku kepala ruangan
5. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Laporan ini tidak lepas dari kesalahan, jadi kritik dan saran sangat diharapkan untuk
menyempurnakan laporan ini. Semua laporan ini berguna bagi pembaca dan penulis untuk menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.
Jombang, November 2011
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut survei, demografi dan kesehaan Indonesia 2002-2003 angka kematian Neonatal 20/1000 kelahiran hidup. Dalam satu tahun sekitar 89000 bayi usia satu hari meninggal artinya setiap menit ada satu bayi meninggal penyebabutamanya adalah kematian Neonatal dengan BBLR (29%) dan asfiksia (27%).
BBLR terdiri atas BBLR kurang bulan, BBLR cukup bulan dan BBLR lebih bulan, BBLR kurang bulan. Khususnya BBLR dengan kehamilan kurang dari 35 minggu, umumnya mengalami penyulit seperti gangguan nafas, ikhterus, infeksi dan lain-lain.
BBLR cukup bulan atau lebih bulan umumnya memiliki organ tubuh matur sehingga perawatannya tidak terlalu bermasalah, mereka hanya membutuhkan kehangatan, nutrisi dan pencegahan infeksi, ketiga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan perawatan teknologi tepat guna dirumah oleh orang tuanya.
Masalah yang sering timbul pada BBLR adalah hipotermi, hipoglikemi, hiperbilirubinia, infeksi dan gangguan minum.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek klinik kebidanan mahasiswa melakukan asuhan kebidanan pada kasus BBLR secara komprehensif
2. Tujuan Khusus
Setelah melauikan asuhan kebidanan mahasiswa dapat :
a. Memahami pengkajian pada kasus BBLR
b. Melaksanakan pengkajian pada kasus BBLR
c. Mengidentifikasi diagnosa/ masalah kebidanan berdasarkan data subjektif dan data objektif
d. Menentukan masalah potensial yang mungkin terjadi
e. Menentukan kebutuhan segera
f. Merencanakan tindakan yang akan dilalukan untuk menanggulangi kasus BBLR
g. Melaksanakan perencanaan yang telah ditentukan
h. Mendokumentasikan secara benar.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
1. Definisi dan beberapa istilah
WHO (1961) mengganti istilah bayi prematur dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR), karena disadari tidak semua bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gr pada waktu lahir bukanbayi prematur
a) Prematuritas Murni
Adalah bayi lahir pada kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat badan yang sesuai
b) Small for date (SFD) atau kecil untuk masa kehamilan (KMK) adalah bayi yangberat badannya kurang dari seharusnya umur kehamilan
c) Retardasi pertumbuhan janin Intra uterin
adalah bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan
d) Light for date sama dengan Small for date
e) Dismaturitas
Adalah suatu syndrom klinik dimana terjadi ketidak seimbangan antara pertumbuhan janin dengan lanjutnya kehamilan atau bayi-bayi yang lahir dengan berat badan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan. Atau bayi dengan gejala intra uterine or wasting.
f) Large for date
Adalah bayi yang dilahirkan lebih besar dari seharusnya tua kehamilan, misalnya pada diabetes mellitus. (Mochtar, Rustam “Sinopsis Obstetri” edisi 2).
Berat badan lahir rendah (BBLR) dibagi menjadi dua golongan:
1. Dismaturitas
Bayi lhir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa gestasi itu. Berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intra uterin dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK)
2. Prematuritas Murni
Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi itu atau biasa disebut Neonatus kuarang bulan- sesuai untuk masa kehamilan (NBK- SMK).
a) Penyebab Prematuritas Murni
1) Faktor ibu
• Usia
• Keadaan sosial-ekonomi
• Penyakit
2) Faktor Janin
Hidramnion, kehamilan ganda umumnya akan mengakibatkan lahir bayi BBLR.
b) Penyakit Bayi Prematur
1) Syndrom Gangguan Pernafasan Idiopatik
Disebut juga penyakit Membran Hialin karena pada stadium terakhir akan terbentuk membran hialin yang melapisi alveolus paru
2) Pneumonia Aspirasi
Sering ditemukan pada prematur, karena reflek menelan dan batuk belum sempurna, penyakit ini dapat dicegah dengan perawatan yang baik.
3) Perdarahan Intraventikular
Perdarahan spontan diventrikel otak lateral biasanya disebabkan oleh karena anoksia otak.
4) Fibroplasia Retrolental
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh gangguan oksigen yang berlebihan.
5) Hiperbilrubinemia
Penyakit ini disebabkan faktor kematangan hepar sehingga konjugasi billirubin indirek menjadi billirubin direk belum sempurna. (Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteraan Universitas Indonesia, jilid 3; 1985).
2. Etiologi
Sering faktor penyebabnya tidak diketahui ataupun kalau diketahui faktor penyebabnya tidaklah berdiri sendiri antara lain adalah:
- Faktor genetik atau kromosom
- Infeksi
- Bahan toksik
- Radiasi
- Insufisiensi atau disfungsi plasenta
- Faktor nutrisi
- Faktor-faktor lain seperti merokok, peminum alkohol, bekerja berat seperti hamil, plasenta previa, kehamilan ganda, obat-obatan dan sebagainya.
3. Diagnosis dan Gejala Klinik
• Sebelum bayi lahir
a. Pada anamnese sering dijumpai adanya riwayat abortus, partus prematurus dan lahir mati.
b. Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya kehamilan
c. Pergerakan janin yang pertama (quickening) terjadi lebih lambat, gerakan janin lebih lambat walaupun kelahirannya sudah agak lanjut
d. Pertambahan berat badan ibu lambat dan tidak sesuai menurut yang seharusnya
e. Sering dijumpai kehamilan dengan oligohidramnion atau bisa pula dengan hidramnion; hiperemesis gravidarum dan pada hamil lanjut dengan toksemia gravidarum atau perdarahan antepartum
• Setelah bayi lahir
a. Bayi dengan retardasi petumbuhan intra uterin
Secara klasik tampak bayi yang kelaparan,tanda-tanda bayi ini adalah tengkorak kepala keras, gerakkan bayi terbatas, verniks kaseosa sedikit atau tidak ada, kulit tipis, kering, berlipat-lipat, mudah diangkat, abdomen cekung atau rata, jaringan lemak dibawah kulit sedikit, tali pusat tipis, lembek dan berwarna kehijauan.
b. Bayi prematur yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu
Verniks kasiosa ada, jaringan lemak bawah kulit sedikit, tulang tengkorak lunak mudah bergerak, muka seperti boneka (doll-like). Abdomen buncit, tali pusat tebal dan segar,menangis lemah, tonus otot hipotoni, dan kulit tipis, merah dan transparan.
c. Bayi small for date sama dengan bayi retardasi pertumbuhan intra uterine.
d. Bayi prematur kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya, karena itu sangat peka terhadap gangguana pernapasan, infeksi, tarauma kelahiran, hipotermi dan sebagainya. Pada bayi kecil untuk masa kehamilan (small for date) alat-alat dalam tubuh lebih berkembang dibandingkan dengan bayi prematur berat badan sama, karena itu akan lebih mudah hidup diluar rahim, namun tetap lebih peka terhadap infeksi dan hipotermi dibandingkan dengan bayi matur dengan berat badan normal.
4. Perwatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah
Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan dan siap sedia dengan tabur oksigen. Pada bayi prematur makin pendek masa kehamilan, makin sulit dan banyak persoalan yang akan dihadapi dan makin tinggi angka kematian perinatal. Biasanya kematian disebabkan oleh gangguan pernafasan, infeksi, cacat bawaan, dan trauma pada otak.
a. Pengaturan suhu lingkungan
Bayi di masukkan inkubator dengan suhu yang diatur:
- Bayi berat badan dibawah 2 kg 35oC
- Bayi berat badan 2 kg sampai 2,5 kg 34oC
Suhu inkubator diturunkan 1oC setiap minggu sampai bayi dapat ditempatkan pada suhu lingkungan sekitar 24-27oC.
b. Makanan bayi berat badan lahir rendah
Umumnya bayi prematur belum sempurna refleks menghisap dan batukknya, kapasitas lambung masih kecil, dan daya enzim pencernaan, terutama lipase masih kurang. Makamanan diberikan dengan pipet sediki-sedikit namun lebih sering. Sedangkan pada bayi small for date sebliknya kelihatan seperti orang kelaparan, rakus minum dan makan. Yang harus diperhatikan adalah terhadap kemungkinan terjadinya pneumonia aspirasi.
5. Prognosis Bayi Berat Badan Lahir Rendah
Kematian prinatal pada bayi berat badan rendah 8 kali lebih besar dari bayi normal pada umur kehamilan yang sama.
Prognosis akan lebih buruk lagi bila berat badan lebih makin rendah. Angka kematian yang tinggi terutama disebabbkan oleh seringnya dijumpai kelainan komplikasi neonatal seperti asfiksia, apirasi pneumonia, perdarahan intrakranial dan hipoglikemi. Bila bayi ini selamat kadang-kadang dijumpai kerusakan pada syaraf dan akan terjadi gangguan biacara, IQ rendah, dan gangguan lainnya.
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
By. Ny “W” UMUR 2 HARI DENGAN BBLR DAN RDS
DIRUANG NEONATUS RSIA MUSLIMAT
JOMBANG
No. Reg : 06-26-55
Ruangan : Neonatus
Tgl. Pengkajian : 7-11-2011 jam: 09.30 WIB
Tanggal MRS : 06-11-2011
I. PENGUMPULAN DATA
A. Data Subyaktif
1. Identitas/Biodata
Nama Bayi : By. Ny. “W”
Umur : 2 hari
Tgl/jam lahir : 06 Nov 2011, jam: 21.32 WIB
Jenis kelamin : perempuan
Berat badan : 1480 gram
Panjang badan : 41 cm
Nama ibu : Ny. “W” Nama ayah : Tn. “H”
Umur : 42 tahun Umur : 44 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SI Pendidkan : SI
Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Karyawan BRI
Alamat : Griya Indah 1/6
2. Anamnese
a) Riwayat Penyakit Kehamilan
• Perdarahan : -
• Pre Eklamsia : ya
• Eklamsia : -
• Penyakit Kelamin: -
• Lain-lain : ibu mempunyai penyakit menurun yaitu asma dan hypertensi
b) Riwayat Kehamilan Sekarang
G4P20012 UK 35 minggu, tunggal, hidup, intra uteri, inpartu kala I dengan empending eclampsia
c) Kebiasaan Waktu Hamil
• Makanan : -
• Obat-obatan/jamu : -
• Merokok : -
• Lain-lain : -
d) Riwayat Penyakit Keluarga
Didalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menahun, tapi ada yang mempunyai penyakit menurun yaitu asma dan hypertensi.
e) Riwayat Penyakit Sekarang
• Jenis persalinan : SC
• Ditolong oleh : dr. Henny SPOG
• Atas indikasi : empending eclampsia
• Ketuban pecah : + (jernih)
• Komplikasi persalinan:
- Ibu : -
- Bayi : BBLR
f) Riwayat Neonatal
1. Riwayat penyakit sekarang
Bayi lahir langsung menangis, lahir secara SC atas indikasi empending eclampsia pada tanggal 06-11-2011, jam: 21-32 WIB, BB: 1480 gram, PB: 41 cm, LK: 30 cm, bayi dibawa keruang Neonatus karna bayi dalam keadaan BBLR, sianosis dan adanya retraksi dinding dada dan cuping hidung.
2. Keadaan bayi baru lahir
• Lahir : langsung menangis
• Berat badan : 1480 gram
• ASI/PASI : -
• Nilai apsgar dan down skor
Apsgar skor
Tanda 0 1 2 Jmlh
menit
1 Frekuensi jantung
Usaha bernafas
Tonus otot
Reflek
Warna [] tidak ada
[] tidak ada
[] lumpuh
[] tidak bereaksi
[] biru pucat [] <100
[.] lambat tak teratur
[.] ext.flexi sedikit
[.] gerakan sedikit
[] tubuh kemerahan tangan dan kaki [.] >100
[] Menangis kuat
[] Gerakan aktif
[] Menangis
[.] kemerahan seluruh tubuh
7
menit
5 Frekuensi jantung
Usaha bernafas
Tonus otot
Reflek
warna
[] tidak ada
[] tidak ada
[]lumpuh
[] tidak bereaksi
[] biru pucat [] <100
[] lambat tak teratur
[.] Ext.reflek sedikit
[.] gerakan sedikit
[] tubuh kemerahan tangan dan kaki [.] >100
[.] Menangis kuat
[] gerakan aktif
[] menangis
[.]kemerahan seluruh tubuh
8
Score Down
Tanda 0 1 2
Frekuensi nafas
Retraksi
Sianosis
Ari entry
Merintih [.] <60x/menit
[] tdk ada retraksi
[] tdk ada sianosis
[.] udara masuk bilateral baik
[.] tidak merintih [] 60-80x/menit
[.] retraksi ringan
[] sianosis hilang dengan O2
[] penurunan ringan udara masuk
[] dapat didengar dengan stetoskop [] >80x/menit
[] retraksi berat
[.] sianosis menetap walaupun diberi O2
[] tidak ada udara masuk
[] dapat didengar tanpa alat bantu
Skor <4 tidak ada gawaat nafas
Skor 4-7 gawat nafas
Skor >7 ancaman gagal nafas
(pemeriksaan gas darah harus dilakukan)
3. Resusitasi
Penhisapan lendir : ya Rangsangan : ya
Massage jantung : tidak Lamanya : -
Oksigen : tidak Lamanya : -
Therapy : incubator
Keterangan : untuk menghangatkan tubuh bayi sehingga bayi tidak terjadi hypothermi
Lain-lain : -
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan fisik umum
a) Keadaan umum : cukup
b) Suhu : 371oc
c) Pernafasan : 58x/menit
d) Berat badan : 1480 gram
e) Panjang badan : 41 cm
2. Pemeriksaan fisik secara sistematis
a) Inspeksi
Kepala : simetris, tidak ada caput, rambut hitam tipis
UUB/UUK : belum menutup
Muka : simetris, tidak pucat
Mata : simetris, tidak ada scret, conjungtiva merah muda, mata sudah dapat membuka
Telinga : simetris, daun telinga tipis dan lunak, tidak ada kotoran, tidak ada lesi
Mulut : simetris, tidak ada kelainan, bibir lembab dan merah, terpasang NGT
Hidung : simetris, tidak ada kelaianan, tidak ada scret, tidak ada pernafasan cuping hidung, terpasang O2 CPAP
Leher : simetris, tidak tampak pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis
Dada : simetris, puting susu sudah terlihat, ada retraksi dinding dada
Tali pusat : bersih, lembab, tidak ada perdarahan
Punggung : tidak ada lesi, adanya lanugo, tidak ada kelainan kongenital
Genetalia : labia mayora belum menutupi labia minora, vagina berlubang
Anus : anus berlubang, tidak atresia ani
Ext. Atas/bawah: simetris, tidak ada kelainan kongenital extermitas atas atupun bawah seperti polidaktil, sindaktil dll, tangan sebelah kanan terpasang infus
Kulit : kulit tipis, lanugo +, tidak adalesi, warna kemerahan
b) Palpasi
Kepala : UUB/UUK terasa empuk (belum menutup)
Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tyroid
Abdomen : tidak ada pembesaran hepar
c) Auskultasi
Dada : tidak ada ronchi/wheezing
Abdomen : bising usus normal
d) Reflek
Reflek morro : bisa, dapat diketahui saat dikagetkan dengan menepuk tangan maka bayi akan kaget
Reflek rooting : bisa, dapat dilihat saat menyentuh pipi bayi, maka bayi akan menoleh
Reflek walking : tidak bisa (seperti berjalan)
Reflek graps : bisa, dapat diketahui saat tangan kita disentuhkan pada tangan bayi, maka dengan sendirinya bayi akan menggenggam
Reflek sucking : bisa, dapat dilihat saat bayi diberi setetes susu dan dia dapat menghisapnya
Reflek tonic neck : tidak bisa (mengangkat kepala/leher)
e) Antopometri
Lingkar kepala:
• SOB :28 cm
• FO : 30 cm
• MO : 32 cm
• BBL : 1480 gram
• PBL : 41 cm
f) Eliminasi
BAB : (+) 2-3x/hari, meconium warna hitam
BAK : (+) 3-4x/hari, warna kuning jernih
g) Data Penunjang
Tanggal: 7 November 2011
HB : 16,5 g/dl
Leokosit : 24.100/cmm
Hematoksit : 50%
Trombosit : 243.00/cmm
Gol. Darah :
Ibu : B
Bayi : O
h) Therapy
Thermoregulasi
O2 C.PAP
Inj. Taxegram 2x100 gram
Neo. K 1 gram
D 10% 40 cc/24 jam
II. INTERPRESTASI DATA
DS : -
DO : keadaan cukup
• Gerakan lemah TTV : RR : 58x/menit
• Tangis lemah S : 37,1oC
• Sianosis, sesak BBL : 1480 gram
• Warna kulit kemerahan PBL : 41 cm
• Retraksi dinding dada LK : 30 cm
• Retensi 3 cc, lendir HR : 149x/menit
Masalah : -
Kebutuhan : thermoregulasi
• Nutrisi
• Oksigen
• Kolaborasi
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Diagnosa : BBLR dan RDS (respiraty distress syndrom)
Potensial : gagal nafas, hipothermi, infeksi, hipoglikemi, ichterus
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
• Nutrisi
• Oksigen
• Kolaborasi dengan dokter
V. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH
Diagnosa : By. Ny. “W” umur 2 hari dengan BBLR dan RDS
Tujuan : setelah dilakukan tindakan 1x24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi terpenuhi dan tidak terjadi masalah-masalah yang menyertai.
Kriteria : berat badan bayi meningkat
• HR : 120-160x/menit
• Suhu : 36,50C-37,40C
• RR : 40-60x/menit
• Tidak sianosis
• Menangis kuat
• Gerak aktif
• Kulit kemerahan
• BAB/BAK : +/+
Intervensi
1. Lakukan pendekatan terapeutik dengan ibu dan keluarga
R/ terjalin hubungan kerja sama dan komunikasi yang baik antara ibu, keluarga dan tenaga kesehatan
2. Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
R/ menghindari dari penularan infeksi
3. Lakukan observasi TTV
R/ mendeteksi sejak dini kemungkinan komplikasi/kelainan yang muncul
4. Berikan oksigen
R/ membantu meringankan pernafasan
5. Perawatan tali pusat, perawatan sehari-hari dan kehangatan bayi
R/ menghindari terjadinya infeksi, hygine bayi tetap terjaga dan mencegah terjadinya hypothermi
6. Berikan ASI/PASI bila keadaan bayi sudah stabil
R/ memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan dapat meningkatkan tiumbang bayi
7. Kolaborasi dengan tim medis
R/ pemberian therapy
VI. IMPLEMENTASI
HARI/TANGGAL
PELAKSANAAN
TTD
Senin
07-11-2011
Jam
12.30 WIB 1. Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga dengan cara: memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan yang akan dilakukan.
2. Melakuakn cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan sabun dan air mengalir
3. Melakukan observasi TTV
4. Memberikan O2 C. PAP BBLR dan RDS untuk membantu meringankan pernafasan
5. Merawat tali pusat dengan dibungkus kasa steril, menghangatkan bayi kedalam incubator, merawat bayi sehari-hari seperti:
• Memandikan bayi
• Membersihkan BAB/BAK dan mengganti pempes
6. Memberikan ASI exclusive secara adekuat/susu pengganti (PASI) minimal 2 jam sekali apabila bayi sudah stabil
7. Melakukan advis dokter
VII. EVALUASI
Tanggal : 07-11-2011 Jam : 13.45 WIB
S : -
O : keadaan umum cukup Therapy: O2 C. PAP
• Menangis lemah Incubator
• Gerak lemah Inj. Taxegram 2x100 mg
• Sianosis AA 6% : 25 cc
• Retraksi dinding dada D 10% : 160 cc/24 jam
• Retensi 3 cc, lendir
• TTV: RR : 50x/menit
S : 37,10C
HR : 132x/menit
• BAB/BAK : +/+
• Kembung : -
• Muntah : -
• Bayi dipuasakan
A : By. Ny. “W” umur 2 hari dengan BBLR dan RDS
P : bayi dipuasakan
• Menyeka bayi
• Mengganti pempes apabila BAB/BAK
• Observasi tiap 2 jam sekali
• Kolaborasi dengan dokter
Catatan Perkembangan
Tanggal : 08-11-2011 Jam : 12.30 WIB
S : -
O : keadaan umum cukup Therapy : Incubator
• Gerakan aktif O2 C. PAP
• Tangis kuat D 10% : 160 cc/24 jam
• Retraksi dinding dada Elextrolit
• TTV: RR : 46x/menit Nacl 3% : 15 cc
S : 36,80C pot clor 3cc
• Retensi 3 cc lendir Ca. Gluconas 15 cc
AA 6% : 25 cc
Sonde PASI 2,5 cc tiap 2 jam sekali
A : By. Ny. “W” umur 3 hari dengan BBLR dan RDS
P : Nutrisi
• Menyeka bayi
• Mengganti pempes apabila BAB/BAK
• Observasi tiap 2 jam sekali
• Kolaborasi dengan dokter
Catatan Perkembangan
Tanggal : 09-11-2011 Jam : 22.00 WIB
S : -
O : keadaan umum cukup Therapy : D 10% : 160 cc/24 jam
• Gerak aktif O2 C. PAP aff
• Menangis kuat Sonde 2,5 cc tiap 2 jam sekali
• BAB/BAK: +/+ Lipid 20% : 20 cc
• Retensi : - Elektrolit
• TTV: RR: 60x/menit Nacl 3% : 15 cc
S : 370C Pot clor 3 cc
Ca gluconas 15 cc
AA 6% : 2,5 cc
A : By. Ny. “W” umur 4 hari dengan BBLR
P : Nutrisi (ASI/PASI)
• Menyeka bayi
• Mengganti pempes apabilaBAB/BAK
• Observasi tiap 2 jam sekali
• Kolaborasi dengan dokter
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
• BBLR (bayi baru lahir rendah) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa gestasi berat lahir adalah bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir.
• Penyebab BBLR
a. Persalinan kurang bulan/prematur (pada umur kehamilan 28-36 minggu)
b. Bayi kecil masa kehamilan
• Beberapa faktor predisposisi
a. Faktor ibu
b. Faktor plasma
c. Faktor janin
• Tanda BBLR kurang bulan
Tanda prematuritas
a. Tulang rawan telinga belum terbentuk
b. Masih terdapat lanugo
c. Reflek masih lemah
d. Alat kelamin pada perempuan labium mayora belum menutupi labium minor, pada laki-laki testis belum turun, testis belum terbentuk.
• BBLR kecil masa kehamilan
Tanda janin tumbuh lambat
a. Tidak dijumpai tanda prematuritas seperti tersebut diatas
b. Kulit keriput
c. Kuku lebih panjang
• Penatalaksanaan
a. Mempertahankan suhu tubuh
b. Memenuhi kebutuhan O2
c. Memenuhi kebutuhan nutrisi
d. Pencegahan infeksi
e. Melibatkan orang tua
B. Saran
Diharapkan dapat meningkatkan perawatan BBLR dengan memberikan lingkungan yang aman dan nyaman, perlu adanya penanganan bagi BBLR dengan hati-hati dalam perawatan bayi BBLR, dan juga diharapkan meningkatkan mutu pelayanan dengan menyediakan peralatan dan pelayanan yang lebih canggih serta mengirimkan tenaga kesehatan mengikuti pelatihan/seminar.
DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam “Sinopsis Obstetri” edisi 2
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, jilid 3; 1985
askeb kehamilan normal
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “A” GIP00000 UK 16 MINGGU DENGAN
KEHAMILAN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI Amd. Keb
DAERAH-JOMBANG
Disusun Oleh:
LIA ROMTIKA HAFID
7209026
PRODI D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ny. “A” G1P00000 Uk 16 Minngu Dengan Kehamilan Normal” di BPM Bidan Kiswiyati Wahyuni Bareng.
Asuhan Kebidanan ini disusun sebagai tugas praktek klinik Akademik Kebidanan Darul ‘Ulum Jombang. Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak, untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak H. M. Zulfikar As’ad, MMR selaku penanggung jawab Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
2. Ibu Hj. Sabrina Dwi Prihartini, SKM selaku K. Prodi D3 Kebidanan Jombang
3. Ibu Helmi Annuchasari Amd. Keb sebagai pembimbing Akademik
4. Ibu Kiswiyati Wahyuni Amd. Keb sebagai pembimbing praktek BPM Bareng.
5. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Laporan ini tidak lepas dari kesalahan, jadi kritik dan saran sangat diharapkan untuk
menyempurnakan laporan ini. Semua laporan ini berguna bagi pembaca dan penulis untuk menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.
Jombang, Desember 2011
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masalah kesehatan di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian utama, karena mempunyai dampak besar terhadap kualitas pembangunan nasional yang ditujukan guna mewujudkan manusia yang sehat, cerdas, produktif dan mempunyai daya juang tinggi menuju tercapainya bangsa yang maju, mandiri, serta sejahtera lahir dan batin, keberhasilan ini dapat dilihat dari masalah tingginya AKI dan AKB. (Prawihardjo, Sarwono. 1998)
B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Setelah melakukan praktek klinik kebidanan diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus kehamilan secara komprehensif dan sesuai dengan standart pelayanan kebidanan.
2. Tujuan khusus
Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswa dapat :
a. Memahami teori kehamilan
b. Melaksanakan pengkajian pada kehamilan normal
c. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah kebidanan berdasarkan data objektif dan data subjektif
d. Menentukan masalah potensial yang mungkin terjadi
e. Menentukan kebutuhan segera
f. Merencanakan tindakan perencanaan yang telah direncanakan
g. Mendokumentasikan secara benar
BAB II
LANDASN TEORI
A. Proses Permulaan Kehamilan
Setiap bulan melepaskan satu atau dua sel telur (ovum) dariindung telur (ovulasi). Yang ditangkap oleh umbai – umbai (fimbriai) dan masuk kedalam saluran telur. Waktu persetubuhan, cairan semen tumpah kedalam vagina dan sejuta – juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk kesaluran telur. Pertumbuhan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang menggembung dari tuba fallopi.
Disekitar sel telur, banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk mencairkan zat – zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki, masuklah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur, peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi=fertilisasi).
Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambut getar tuba) menuju ruang rahim, kemudian melekat pada mukosa rahim untuk melanjutkan bersarang diruang rahim, peristiwa ini disebut midasi (implantasi). Dari pembuahan sampai midasi diperlukan waktu kira – kira 6-7 hari. untuk menyuplai darah dan zat-zat makanan bagi mudigah dan janin, dipersiapkan uri (plasenta). Jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi = fertilisasi) midasi dan plasentasi.
1. Sel telur (ovum)
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genital ridge. Menurut umur wanita, jumlah oogonium adalah :
Bayi baru lahir : 750.000
Umur 6-15 tahun : 439.000
Umur 16-25 tahun : 159.000
Umur 26-35 tahun : 49.000
Umur 35-45 tahun : 34.000
Masa menopause : semua hilang
Urutan pertumbuhan ovum (oogenesis)
1. Oogonia
2. Oosit pertama (primary oosyte)
3. Primary ovarium follick
4. Liquer folliculi
5. Pematangan pertama ovum
6. Pematangan kedua ovum pada waktu sperma membuahi ovum
2. Sel mani (spermatozoon)
Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala, berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti (nukleus) ; leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yangdapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat, panjang ekor kira-kira 10x bagian kepala.
Secara embrional, spermatogonium berasal dari primitif tubulus testis. Setelah bayi laki-laki lahir jumlah spermatogonium yang ada tidak mengalami perubahan sampai masa akhil baligh. Pada masa puberitas dibawah pengaruh sel-sel intestisial leidig sel-sel spermatogonium ini mulai aktif mengadakan mitosis dan terjadilah spematogenesis.
Urutan pertumbuhan (spermatogenesis):
a. Spermatogonium , membelah dua.
b. Spermatosit pertama, membelah dua.
c. Spermatosit kedua, membelah dua.
d. Spermatit, kemudian tumbuh menjadi ;
e. Spermatozoon (sperma).
3. Pembuahan ( konsepsi = fertilisasi )
Pembuahan adalah suatu peristiwa yang telah mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma lain. Proses ini diikuti oleh penyatuan kedua pronuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas acuan genetik dari wanita dan pria, pembuahan mungkin akan menghasilkan ;
Xx – zigot, menurunkan bayi perempuan ;
Xy – zigot, menurunkanbayi laki-laki.
Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zigot selama 3 hari sampai –stadium morula. Hasil konsepsi ini tetap digerakkan kearah rongga rahim oleh :
Arus dan getaran rambut getar (silia).
Kontraksi tuba.
Hasil konsepsi tiba dalam cavum uteri pada tingkat blastula.
4. Nidasi (implantasi)
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam indometrium.
Blastula diselubungi oleh suatu simpai disebut trofoblas yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua, yaitu sel-sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas.
Blastula dengan bagian yang berisi masa sel dalam ( inner-call mas) akan mudah masuk kedalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi.
Itullah sebabnya kadang-kadang pada saat midasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda hartman). Umumnya midasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim ( korpus) dekat fundus uteri.
Bila nidasi telah terjadi, dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional (embryonal- plate) diantara amnion dan yolk sac.
Sel-sel trofoblas mesodermal yang tumbuh disekitar mudigah (embrio) akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat korionik (chorionic membrane) yang kelak menjadi korion. Sel-sel trofoblas tumbuh menjadi dua lapisan:
Sitotrofoblas, disebelah dalam.
Sinsiliotrofoblas, disebelah luar.
Vili koriales yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh bercabang-cabang, dan disebut korion frondosum. Sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsulariskuarng mendapat makanan sehingga akhirnya menghilang disebut chorion leave.
Dalam peringkat nidasi trofoblas dihasilkan hormon human chorionic gonodotropin (HCG).
5. Plasentasi dan mukosa rahim.
Mukosa rahim yang tidak hamil terdiri atasa stratum kompakta dan stratum spongiosa.
Desidua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terbagi atas :
Desidua basalis : yang terletak diantara hasil konsepsi dan dinding rahim, disinilah plasentasi terbentuk.
Desidua kapsularis : yang meliputi hasil konsepsi kearah rongga rahim yang lama kelamaan bersatu dengan desidua vera karena obliterasi.
Desidua vera (parietalis) : yang meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya.
6. Pertumbuhan mudigah (embriogenesis)
Pertumbuhan mudigah (embrio) bermula dari lempeng embrional (embryonal plate) yang selanjutnya berdirenfisiasi menjadi 3 unsur lapisan, yaitu:
Sel-sel ektodermal
Sel-sel mesodermal
Sel-sel entodermal
Skema dari pembuahan sampai bayi
peristiwa Hasil tempat
Spermatogenesis
Oogenesis
Konsepsi
Pembelahan
Nidasi
Embriogenesis
Organogenesis
Persalinan
Sperma
+
Ovum
Zygote
Morula
Blastula
Trofoblas
Desidua
Lempeng embrional
Mudigah (embrio)
Janin
Placenta
Tali pusat
Bayi (neonetus)
Testis
Ovarium
Tuba
Tuba
Endometrium
Endometrium
Rongga rahim
Rongga rahim
Jalan lahir
Ruang amnion akan bertumbuh pesat mensdesak exokpeloma, sehingga dinding ruang amnion mendekati koreon. Mesoblas diantara ruang amnion dan mudigah menjadi padat, disebut body stalk, yang merupakan jembatan antara mudigah dengan dinding trofoblas. Body stalk kelak menjadi tali pusat, pada tali pusat ini terdapat:
Jelly wharton : jaringan lembek yang berfungsi untuk melindungi pembuluh darah
2 arteri umbilikalis, 1 vena umbilikalis
Kedua arteri dan satu vena ini menghubungkan sistem cardio vaskuler janin dengan placenta. Sistem cardio vaskuler akan terbentuk kira-kira pada kehamilan minggu kesepuluh.
B. Perubahan Fisiologik Wanita Hamil
Hampir seluruh tubuh wanita mengalami perubahan, terutama pada alat kandungan, dan juga organ lainnya.
Perubahan Pada Sisitem Reproduksi
a) Uterus
Ukuran : akomodasi pertumbuhan janin rahim membesat]r akibat hipertrofi dan hiperflasi otot polos rahim, serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopok. Endometrium menjadi desidua, ukuran pada kehamilan cukup bulan: 30x25x20cm dengan kapasitas lebih dari 4000cc.
Berat : berat uterus naik secara luar biasa, dari 30gr menjadi 1000gr pada akhir kehailan (40 pekan).
Bentuk dan konsistensi : pada bulan-bulan pertama kehamilan, bentuk rahim seperti buah alpukat, pada kehamilan 4bulan terbentuk bulat, dan akhir kehamilan seperti telur. Rahim yang tidak hamil kira-kira sebesar telor ayam, pada kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek, dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang. Sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft), disebut tanda hegar. Pada kehamilan 5 bulan, rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim tersa tipis, karena ini bagian-bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim.
Posisi rahim dalam kehamilan :
• Pada permulaan kehamilan, dalam letak entefleksi atau retrofleksi
• Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis
• Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati
• Rahim yang hamil biasanya mobil, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri
Vaskularisasi : A.a.uteri dan A.a.ovarika bertambah dalam diameter, panjang dan anak-anak cabangnya. Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah.
Serviks uteri : serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda Goodell. Kelenjar endoservikall membesar dan banyak mengeluarkan banyak cairan mukus. Karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi “liviid” dan ini disebut tanda chadwick.
b) Indung Telur (ovarium)
Ovulasi terhenti
Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
c) Vagina Dan Vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah dan kebiruan. Warna livid pada vagina dan porsio serviks disebut tanda chadwick.
d) Dinding Perut (abdominal wall)
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik dibawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum. Bila terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda, dapat terjadi dastasi rekti bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra.
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “A” GIP00000 UK 16 MINGGU DENGAN
KEHAMILAN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI Amd. Keb
DAERAH-JOMBANG
I. PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama ibu : Ny. “A” Nama ayah : Tn. “C”
Umur : 20 tahun Umur : 35 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidkan : SMU
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Dagang
Alamat : Kopen
2. Status nikah
Nikah ke : I (pertama)
Lama nikah : 6 bulan
Umur nikah : 20 tahun
3. Alasan datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya dengan rutin
4. Keluhan utama
Tidak ada
5. Riwayat menstruasi
Menarcha : 12 tahun
Siklus : 28 hari
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : ± 2 softeks
Disminorhea : kadang-kadang
Warana : merah
Bau : khas/anyir
Flour albus : tidak ada
6. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
No UK Jenis Persalinan Tempat Persalian Penolong Bayi Nifas
Jk/BB/PB Keadaan/laktasi
HAMIL INI
7. Riwayat kehamilan sekarang
HPHT : 14-08-2011
TP : 21-05-2012
Gerakan janin belum terasa
ANC: TM I : 2x dibidan tidak ada keluhan
TM II : -
TM III : -
Obat yang didapat: caviplek, likokalk, B. Complek
8. Riwayat kehamilan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti hepatitis, TBC, menurun seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, menahun seperti HIV/AIDS, jantung.
9. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak pernah sakit selama hamil
10. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya dan keluarga suaminya tidak ada yang menderita penyakit menular seperti hepatitis, TBC, menurun seperti kencing manis, tekanandarah tinggi, menahun seperti HIV/AIDS, jantung.
11. Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan KB
12. Keadaan psikososial
Perasaan ibu dan suami sangat senang menerima kehamilan pertamanya.
13. Keadaan sosial
Hubungan ibu dan suami baik terbukti saat mengantarkan periksa kebidan.
14. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Pola nutrisi
• Sebelum hamil : makan 3x/hari engan porsi sedang, menu nasi, lauk pauk, sayur terkadang ditambah buah
Minum ± 8 gelas/hari (air putih dan susu)
• Saat hamil : makan 3x/hari dengan porsi sedang, menu nasi, lauk pauk, sayur dan buah-buahan
Minum ± 10 gelas/hari (air putih dan susu)
b. Pola eliminasi
• Sebelum hamil : BAB 1x/ hari, kositensi lembek, kuning, bau hkas
BAK setiap kali mandi, konsitensi cair, kuning jernih, bau khas
• Saat hamil : BAB 1x/hari, konsistensi lembek, kuning, bau khas
BAK ± 6x/hari, konsistensi cair, kuning jernih, bau khas
c. Pola aktifitas
• Sebelum hamil : tidur siang jam 12.00-14.00 WIB
Tidur malam jam 21.00-05.00 WIB
• Saat hamil : tidur siang jam 12.00-13.00 WIB
Tidur malam jam 21.00-04.00 WIB
d. Pola seksualitas
• Sebelum hamil : ± 3x seminggu
• Saat hamil : ± 3x seminggu
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
• Keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV : TD : 120/80 mmHg BB : 43 kg
N : 80x/menit TB : 148 cm
R : 20x/menit Lila : 20 cm
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Kepala : rambut hitam bersih, tidak ada benjolan
Wajah : simetris, tidak pucat, tidak oedema, tidak ada cloasma gravidarum
Mata : simetris, conjugtiva merah muda, sklera putih
Hidung : simetris, tidak ada serumen, tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga : simetris, bersih, tidak ada serumen
Mulut : simetris, bibir lembab, tidak ada stomatitis
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis
Dada : simetris, payudara membesar, puting susu menonjol, hyperpigmentasi areola mamae
Abdomen : pembesaran sesuai umur kehamilan, terdapat linea nigra dan striae livid
Ext. Atas/bawah: simetris, tidak oedema, tidak ada gangguan pergerakan
b. Palpasi
Leher : tidak teraba pembesaran vena jugularis dan kelenjar tyroid
Payudara : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan yang abnormal
Abdomen :
Leopold I : pertengahan sympisis pusat (ballotement)
Leopold II : tidak terkaji
Leopold III : tidak terkaji
Leopold IV : tidak terkaji
c. Auskultasi
Dada : tidak ada wheezing/ronchi
DJJ : (11-12-11)x4=136x/menit
d. Pekusi
Reflek patella ka/ki : +/+
II. INTERPRESTASI DATA
DS : ibu mengatakan periksa kehamilan
DO : keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV: TD : 120/80 mmHg BB saat hamil: 43 kg
N : 80x/menit TB : 148 cm
S : 370C Lila : 20x/menit
RR : 20x/menit TFU : pertengahan sympisis pusat
BB sebelum hamil: 40 kg DJJ : (11-12-11)x4=136x/menit
DX : Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu, hidup, intra uteri, keadaan umum baik
Masalah : -
Kebutuhan : pola istirahat yang cukup
• Konseling nutrisi seimbang
• Vitamin Fe
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada
V. RENCANA YANG MENYELURUH
DX : Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu, hidup, intra uteri, keadaan umum ibu baik
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1x30 menit diharapkan ibu mengerti keadaannya pada saat ini
Kriteria : ibu mengerti dan bisa menjelaskan ulang informasi/penjelasan yang diberikan oleh bidan
• Keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV: TD : 110/80 mmHg-130/90 mmHg
N : 80x/menit-100x/menit
S : 36,50C-37,40C
RR : 16x/menit-24x/menit
DJJ : 120x/menit-160x/menit
BB naik: 18 kg-16 kg
Lila : ≥ 23,5 cm
TB : ≥ 145 cm
Intervensi
1. Lakukan pendekatan pada pasien.
R/terjalin kerja sama dan kepercayaan antara pasien tenaga kesehaatan
2.jelaskan keadaan ibu dan janin yang di kandungnya.
R/ibu dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya sehingga ibu tidak cemas .
3.lakukan observasi TTV
R/mengetahui keadaan umum ibu .
4.lakukan pemeriksaan sesuatu dengan standar 10T
R/mendeteksi adanya masalah sedia mungkin.
5.Anjurkan makan makanan yang bergizi dan seimbang.
R/kebutuhan nutrisi akan terpenuhi .
6.jelaskan tanda bahaya kehamilan
R/ibu dapat mengerti tanda bahaya kehamilan .
7.berikan ibu vitamin atau tablet tambah darah .
R/ibu tidak anemia dan tidak terjadi perdarahan yang abnormal saat persalinan .
8.beritahu ibu untuk kunjungan ulang 1 bulan lagi
R/mengetahui/ melalui keadaandan perkembangan ibu dan janin
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal/jam pelaksanaan TTD
05-12-2011
Jam
09.40 WIB 1. Melakukan pendekatan pada pasien
2. Menjelaskan keadaan ibu dan janin yang dikandungnya
3. Melakukan observasi TTV
TTV: TD : 120/80 mmHg
N : 80x/menit
S : 370C
RR : 20x/menit
4. Melakukan pemeriksaan 5T
• Timbang + TB
• Tensi
• Tablet tambah darah (Fe)
• TFU
• Temui cara
5. Menganjurkan pada ibu untuk makan-makanan yang bergizi dan seimbang
• Nasi
• Lauk pauk
• Sayur-sayuran
• Buah-buahan
• Susu
6. Menjelaskan tanda bahaya kehamilan TM I
• Nyeri perut yang berlabihan
• Muntah yang berlebihan
• Keluarnya darah dari kemaluan
• Gatal-gatal pada kemaluan
• Pusing yang berlebihan
7. Memberikan ibu vitamin
8. Memberitahu ibu untuk kunjungan ulang 1 bulan lagi atau adanya keluhan
VII. EVALUASI
Tanggal: 05-12-2011 Jam: 09.50 WIB
S : ibu mengatakan mengerti dan dapat menjelaskan kembali apa yang dijelaskan oleh bidan
O : keadaan umum baik
• TTV: TD : 120/80 mmHg
N : 80x/menit
S : 370C
RR : 20x/menit
DJJ : (11-12-11)x4=136x/menit
Leopold I : pertengahan sympisi pusat
Leopold II : tidak terkaji
Leopold III : tidak terkaji
Leopold IV : tidak terkaji
A : Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu, hidup, intra uteri, keadaan umum ibu baik
P : memberikan terapi konservatife
Caviplek, licokalk, B. Complek
• Menganjurkan ibu tidak boleh kerja berat
• Menganjurkan pada ibu makan makanan yang bergizi dan seimbang
• Follow up 1 bulan lagi pada tanggal 5 Januari 2012/bila ada keluhan
• Kolaborasi dengan tim medis apabila terjadi sesuatu
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kehamilan dimulai dengan konsepsi/pembuahan dan berakhir dengan permulaan persalinan.
Dari hasil penyusunan asuhan kebidanan yang dilaksanakan pada Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu dapat diambil kesimpulan dari masing-masing langkah yang sesuai dengan menejemen varney sebab dari kasus Ny. “A” terdapat kesesuaian atau kesamaan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus terutama pada data objektif.
Dari analisa, diagnosa, masalah, kebutuhan dan rencan tindakan terdapat kesesuaian atau kesamaan antara teori dan pelaksaan prakteknya.
Rencana tindakan berdasarkan pada kondisi kebutuhan pasien dan pelaksaan intervensi yang diberikan pada pasien sesuai dengan tinjauan pustaka tetapi ada sedikit ketidak samaan. Pelaksanaan terhadap rencana asuhan diwujudkan dalam kasus tindakan yang penatalaksanaannya dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan pada tinjauan kasus ini implementasi tidak ada hambatan semua berjalan dengan rencana yang telah dibuat.
Penilaian akhir suatu tindakan didasarkan pada kriteria hasil yang diharapkan pada kasus ini.
B. Saran
1. Bagi mahasiswa
• Mempelajari lebih lanjut tentang teori yang berhubungan dengan asuhan kebidanan pada kehamilan sehingga dapat menerapkan dan memberikan asuhan pada ibu dengan komprehensif.
• Belajar lebih lanjut cara praktek yang benar untuk lebih terbiasa.
2. Bagi petugas
• Petugas memberikan asuhan yang komprehensif secara cepat, tepat dan aman
• Mengintropeksi kembali pelayanan yang kurang sesuai dan memperbaikinya untuk yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam. “Sinopsis Obstetri ” jilid 1, edisi 2
Prawihardjo, Sarwono. “Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Mternal Dan Neonatal” Jakarta, 2002
PADA Ny. “A” GIP00000 UK 16 MINGGU DENGAN
KEHAMILAN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI Amd. Keb
DAERAH-JOMBANG
Disusun Oleh:
LIA ROMTIKA HAFID
7209026
PRODI D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ny. “A” G1P00000 Uk 16 Minngu Dengan Kehamilan Normal” di BPM Bidan Kiswiyati Wahyuni Bareng.
Asuhan Kebidanan ini disusun sebagai tugas praktek klinik Akademik Kebidanan Darul ‘Ulum Jombang. Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak, untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak H. M. Zulfikar As’ad, MMR selaku penanggung jawab Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
2. Ibu Hj. Sabrina Dwi Prihartini, SKM selaku K. Prodi D3 Kebidanan Jombang
3. Ibu Helmi Annuchasari Amd. Keb sebagai pembimbing Akademik
4. Ibu Kiswiyati Wahyuni Amd. Keb sebagai pembimbing praktek BPM Bareng.
5. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Laporan ini tidak lepas dari kesalahan, jadi kritik dan saran sangat diharapkan untuk
menyempurnakan laporan ini. Semua laporan ini berguna bagi pembaca dan penulis untuk menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.
Jombang, Desember 2011
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masalah kesehatan di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian utama, karena mempunyai dampak besar terhadap kualitas pembangunan nasional yang ditujukan guna mewujudkan manusia yang sehat, cerdas, produktif dan mempunyai daya juang tinggi menuju tercapainya bangsa yang maju, mandiri, serta sejahtera lahir dan batin, keberhasilan ini dapat dilihat dari masalah tingginya AKI dan AKB. (Prawihardjo, Sarwono. 1998)
B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Setelah melakukan praktek klinik kebidanan diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus kehamilan secara komprehensif dan sesuai dengan standart pelayanan kebidanan.
2. Tujuan khusus
Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswa dapat :
a. Memahami teori kehamilan
b. Melaksanakan pengkajian pada kehamilan normal
c. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah kebidanan berdasarkan data objektif dan data subjektif
d. Menentukan masalah potensial yang mungkin terjadi
e. Menentukan kebutuhan segera
f. Merencanakan tindakan perencanaan yang telah direncanakan
g. Mendokumentasikan secara benar
BAB II
LANDASN TEORI
A. Proses Permulaan Kehamilan
Setiap bulan melepaskan satu atau dua sel telur (ovum) dariindung telur (ovulasi). Yang ditangkap oleh umbai – umbai (fimbriai) dan masuk kedalam saluran telur. Waktu persetubuhan, cairan semen tumpah kedalam vagina dan sejuta – juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk kesaluran telur. Pertumbuhan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang menggembung dari tuba fallopi.
Disekitar sel telur, banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk mencairkan zat – zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki, masuklah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur, peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi=fertilisasi).
Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambut getar tuba) menuju ruang rahim, kemudian melekat pada mukosa rahim untuk melanjutkan bersarang diruang rahim, peristiwa ini disebut midasi (implantasi). Dari pembuahan sampai midasi diperlukan waktu kira – kira 6-7 hari. untuk menyuplai darah dan zat-zat makanan bagi mudigah dan janin, dipersiapkan uri (plasenta). Jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi = fertilisasi) midasi dan plasentasi.
1. Sel telur (ovum)
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genital ridge. Menurut umur wanita, jumlah oogonium adalah :
Bayi baru lahir : 750.000
Umur 6-15 tahun : 439.000
Umur 16-25 tahun : 159.000
Umur 26-35 tahun : 49.000
Umur 35-45 tahun : 34.000
Masa menopause : semua hilang
Urutan pertumbuhan ovum (oogenesis)
1. Oogonia
2. Oosit pertama (primary oosyte)
3. Primary ovarium follick
4. Liquer folliculi
5. Pematangan pertama ovum
6. Pematangan kedua ovum pada waktu sperma membuahi ovum
2. Sel mani (spermatozoon)
Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala, berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti (nukleus) ; leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yangdapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat, panjang ekor kira-kira 10x bagian kepala.
Secara embrional, spermatogonium berasal dari primitif tubulus testis. Setelah bayi laki-laki lahir jumlah spermatogonium yang ada tidak mengalami perubahan sampai masa akhil baligh. Pada masa puberitas dibawah pengaruh sel-sel intestisial leidig sel-sel spermatogonium ini mulai aktif mengadakan mitosis dan terjadilah spematogenesis.
Urutan pertumbuhan (spermatogenesis):
a. Spermatogonium , membelah dua.
b. Spermatosit pertama, membelah dua.
c. Spermatosit kedua, membelah dua.
d. Spermatit, kemudian tumbuh menjadi ;
e. Spermatozoon (sperma).
3. Pembuahan ( konsepsi = fertilisasi )
Pembuahan adalah suatu peristiwa yang telah mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma lain. Proses ini diikuti oleh penyatuan kedua pronuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas acuan genetik dari wanita dan pria, pembuahan mungkin akan menghasilkan ;
Xx – zigot, menurunkan bayi perempuan ;
Xy – zigot, menurunkanbayi laki-laki.
Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zigot selama 3 hari sampai –stadium morula. Hasil konsepsi ini tetap digerakkan kearah rongga rahim oleh :
Arus dan getaran rambut getar (silia).
Kontraksi tuba.
Hasil konsepsi tiba dalam cavum uteri pada tingkat blastula.
4. Nidasi (implantasi)
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam indometrium.
Blastula diselubungi oleh suatu simpai disebut trofoblas yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua, yaitu sel-sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas.
Blastula dengan bagian yang berisi masa sel dalam ( inner-call mas) akan mudah masuk kedalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi.
Itullah sebabnya kadang-kadang pada saat midasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda hartman). Umumnya midasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim ( korpus) dekat fundus uteri.
Bila nidasi telah terjadi, dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional (embryonal- plate) diantara amnion dan yolk sac.
Sel-sel trofoblas mesodermal yang tumbuh disekitar mudigah (embrio) akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat korionik (chorionic membrane) yang kelak menjadi korion. Sel-sel trofoblas tumbuh menjadi dua lapisan:
Sitotrofoblas, disebelah dalam.
Sinsiliotrofoblas, disebelah luar.
Vili koriales yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh bercabang-cabang, dan disebut korion frondosum. Sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsulariskuarng mendapat makanan sehingga akhirnya menghilang disebut chorion leave.
Dalam peringkat nidasi trofoblas dihasilkan hormon human chorionic gonodotropin (HCG).
5. Plasentasi dan mukosa rahim.
Mukosa rahim yang tidak hamil terdiri atasa stratum kompakta dan stratum spongiosa.
Desidua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terbagi atas :
Desidua basalis : yang terletak diantara hasil konsepsi dan dinding rahim, disinilah plasentasi terbentuk.
Desidua kapsularis : yang meliputi hasil konsepsi kearah rongga rahim yang lama kelamaan bersatu dengan desidua vera karena obliterasi.
Desidua vera (parietalis) : yang meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya.
6. Pertumbuhan mudigah (embriogenesis)
Pertumbuhan mudigah (embrio) bermula dari lempeng embrional (embryonal plate) yang selanjutnya berdirenfisiasi menjadi 3 unsur lapisan, yaitu:
Sel-sel ektodermal
Sel-sel mesodermal
Sel-sel entodermal
Skema dari pembuahan sampai bayi
peristiwa Hasil tempat
Spermatogenesis
Oogenesis
Konsepsi
Pembelahan
Nidasi
Embriogenesis
Organogenesis
Persalinan
Sperma
+
Ovum
Zygote
Morula
Blastula
Trofoblas
Desidua
Lempeng embrional
Mudigah (embrio)
Janin
Placenta
Tali pusat
Bayi (neonetus)
Testis
Ovarium
Tuba
Tuba
Endometrium
Endometrium
Rongga rahim
Rongga rahim
Jalan lahir
Ruang amnion akan bertumbuh pesat mensdesak exokpeloma, sehingga dinding ruang amnion mendekati koreon. Mesoblas diantara ruang amnion dan mudigah menjadi padat, disebut body stalk, yang merupakan jembatan antara mudigah dengan dinding trofoblas. Body stalk kelak menjadi tali pusat, pada tali pusat ini terdapat:
Jelly wharton : jaringan lembek yang berfungsi untuk melindungi pembuluh darah
2 arteri umbilikalis, 1 vena umbilikalis
Kedua arteri dan satu vena ini menghubungkan sistem cardio vaskuler janin dengan placenta. Sistem cardio vaskuler akan terbentuk kira-kira pada kehamilan minggu kesepuluh.
B. Perubahan Fisiologik Wanita Hamil
Hampir seluruh tubuh wanita mengalami perubahan, terutama pada alat kandungan, dan juga organ lainnya.
Perubahan Pada Sisitem Reproduksi
a) Uterus
Ukuran : akomodasi pertumbuhan janin rahim membesat]r akibat hipertrofi dan hiperflasi otot polos rahim, serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopok. Endometrium menjadi desidua, ukuran pada kehamilan cukup bulan: 30x25x20cm dengan kapasitas lebih dari 4000cc.
Berat : berat uterus naik secara luar biasa, dari 30gr menjadi 1000gr pada akhir kehailan (40 pekan).
Bentuk dan konsistensi : pada bulan-bulan pertama kehamilan, bentuk rahim seperti buah alpukat, pada kehamilan 4bulan terbentuk bulat, dan akhir kehamilan seperti telur. Rahim yang tidak hamil kira-kira sebesar telor ayam, pada kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek, dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang. Sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft), disebut tanda hegar. Pada kehamilan 5 bulan, rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim tersa tipis, karena ini bagian-bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim.
Posisi rahim dalam kehamilan :
• Pada permulaan kehamilan, dalam letak entefleksi atau retrofleksi
• Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis
• Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati
• Rahim yang hamil biasanya mobil, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri
Vaskularisasi : A.a.uteri dan A.a.ovarika bertambah dalam diameter, panjang dan anak-anak cabangnya. Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah.
Serviks uteri : serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda Goodell. Kelenjar endoservikall membesar dan banyak mengeluarkan banyak cairan mukus. Karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi “liviid” dan ini disebut tanda chadwick.
b) Indung Telur (ovarium)
Ovulasi terhenti
Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
c) Vagina Dan Vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah dan kebiruan. Warna livid pada vagina dan porsio serviks disebut tanda chadwick.
d) Dinding Perut (abdominal wall)
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik dibawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum. Bila terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda, dapat terjadi dastasi rekti bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra.
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “A” GIP00000 UK 16 MINGGU DENGAN
KEHAMILAN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI Amd. Keb
DAERAH-JOMBANG
I. PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama ibu : Ny. “A” Nama ayah : Tn. “C”
Umur : 20 tahun Umur : 35 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidkan : SMU
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Dagang
Alamat : Kopen
2. Status nikah
Nikah ke : I (pertama)
Lama nikah : 6 bulan
Umur nikah : 20 tahun
3. Alasan datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya dengan rutin
4. Keluhan utama
Tidak ada
5. Riwayat menstruasi
Menarcha : 12 tahun
Siklus : 28 hari
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : ± 2 softeks
Disminorhea : kadang-kadang
Warana : merah
Bau : khas/anyir
Flour albus : tidak ada
6. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
No UK Jenis Persalinan Tempat Persalian Penolong Bayi Nifas
Jk/BB/PB Keadaan/laktasi
HAMIL INI
7. Riwayat kehamilan sekarang
HPHT : 14-08-2011
TP : 21-05-2012
Gerakan janin belum terasa
ANC: TM I : 2x dibidan tidak ada keluhan
TM II : -
TM III : -
Obat yang didapat: caviplek, likokalk, B. Complek
8. Riwayat kehamilan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti hepatitis, TBC, menurun seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, menahun seperti HIV/AIDS, jantung.
9. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak pernah sakit selama hamil
10. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya dan keluarga suaminya tidak ada yang menderita penyakit menular seperti hepatitis, TBC, menurun seperti kencing manis, tekanandarah tinggi, menahun seperti HIV/AIDS, jantung.
11. Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan KB
12. Keadaan psikososial
Perasaan ibu dan suami sangat senang menerima kehamilan pertamanya.
13. Keadaan sosial
Hubungan ibu dan suami baik terbukti saat mengantarkan periksa kebidan.
14. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Pola nutrisi
• Sebelum hamil : makan 3x/hari engan porsi sedang, menu nasi, lauk pauk, sayur terkadang ditambah buah
Minum ± 8 gelas/hari (air putih dan susu)
• Saat hamil : makan 3x/hari dengan porsi sedang, menu nasi, lauk pauk, sayur dan buah-buahan
Minum ± 10 gelas/hari (air putih dan susu)
b. Pola eliminasi
• Sebelum hamil : BAB 1x/ hari, kositensi lembek, kuning, bau hkas
BAK setiap kali mandi, konsitensi cair, kuning jernih, bau khas
• Saat hamil : BAB 1x/hari, konsistensi lembek, kuning, bau khas
BAK ± 6x/hari, konsistensi cair, kuning jernih, bau khas
c. Pola aktifitas
• Sebelum hamil : tidur siang jam 12.00-14.00 WIB
Tidur malam jam 21.00-05.00 WIB
• Saat hamil : tidur siang jam 12.00-13.00 WIB
Tidur malam jam 21.00-04.00 WIB
d. Pola seksualitas
• Sebelum hamil : ± 3x seminggu
• Saat hamil : ± 3x seminggu
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
• Keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV : TD : 120/80 mmHg BB : 43 kg
N : 80x/menit TB : 148 cm
R : 20x/menit Lila : 20 cm
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Kepala : rambut hitam bersih, tidak ada benjolan
Wajah : simetris, tidak pucat, tidak oedema, tidak ada cloasma gravidarum
Mata : simetris, conjugtiva merah muda, sklera putih
Hidung : simetris, tidak ada serumen, tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga : simetris, bersih, tidak ada serumen
Mulut : simetris, bibir lembab, tidak ada stomatitis
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis
Dada : simetris, payudara membesar, puting susu menonjol, hyperpigmentasi areola mamae
Abdomen : pembesaran sesuai umur kehamilan, terdapat linea nigra dan striae livid
Ext. Atas/bawah: simetris, tidak oedema, tidak ada gangguan pergerakan
b. Palpasi
Leher : tidak teraba pembesaran vena jugularis dan kelenjar tyroid
Payudara : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan yang abnormal
Abdomen :
Leopold I : pertengahan sympisis pusat (ballotement)
Leopold II : tidak terkaji
Leopold III : tidak terkaji
Leopold IV : tidak terkaji
c. Auskultasi
Dada : tidak ada wheezing/ronchi
DJJ : (11-12-11)x4=136x/menit
d. Pekusi
Reflek patella ka/ki : +/+
II. INTERPRESTASI DATA
DS : ibu mengatakan periksa kehamilan
DO : keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV: TD : 120/80 mmHg BB saat hamil: 43 kg
N : 80x/menit TB : 148 cm
S : 370C Lila : 20x/menit
RR : 20x/menit TFU : pertengahan sympisis pusat
BB sebelum hamil: 40 kg DJJ : (11-12-11)x4=136x/menit
DX : Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu, hidup, intra uteri, keadaan umum baik
Masalah : -
Kebutuhan : pola istirahat yang cukup
• Konseling nutrisi seimbang
• Vitamin Fe
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada
V. RENCANA YANG MENYELURUH
DX : Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu, hidup, intra uteri, keadaan umum ibu baik
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1x30 menit diharapkan ibu mengerti keadaannya pada saat ini
Kriteria : ibu mengerti dan bisa menjelaskan ulang informasi/penjelasan yang diberikan oleh bidan
• Keadaan umum baik
• Kesadaran composmentis
• TTV: TD : 110/80 mmHg-130/90 mmHg
N : 80x/menit-100x/menit
S : 36,50C-37,40C
RR : 16x/menit-24x/menit
DJJ : 120x/menit-160x/menit
BB naik: 18 kg-16 kg
Lila : ≥ 23,5 cm
TB : ≥ 145 cm
Intervensi
1. Lakukan pendekatan pada pasien.
R/terjalin kerja sama dan kepercayaan antara pasien tenaga kesehaatan
2.jelaskan keadaan ibu dan janin yang di kandungnya.
R/ibu dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya sehingga ibu tidak cemas .
3.lakukan observasi TTV
R/mengetahui keadaan umum ibu .
4.lakukan pemeriksaan sesuatu dengan standar 10T
R/mendeteksi adanya masalah sedia mungkin.
5.Anjurkan makan makanan yang bergizi dan seimbang.
R/kebutuhan nutrisi akan terpenuhi .
6.jelaskan tanda bahaya kehamilan
R/ibu dapat mengerti tanda bahaya kehamilan .
7.berikan ibu vitamin atau tablet tambah darah .
R/ibu tidak anemia dan tidak terjadi perdarahan yang abnormal saat persalinan .
8.beritahu ibu untuk kunjungan ulang 1 bulan lagi
R/mengetahui/ melalui keadaandan perkembangan ibu dan janin
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal/jam pelaksanaan TTD
05-12-2011
Jam
09.40 WIB 1. Melakukan pendekatan pada pasien
2. Menjelaskan keadaan ibu dan janin yang dikandungnya
3. Melakukan observasi TTV
TTV: TD : 120/80 mmHg
N : 80x/menit
S : 370C
RR : 20x/menit
4. Melakukan pemeriksaan 5T
• Timbang + TB
• Tensi
• Tablet tambah darah (Fe)
• TFU
• Temui cara
5. Menganjurkan pada ibu untuk makan-makanan yang bergizi dan seimbang
• Nasi
• Lauk pauk
• Sayur-sayuran
• Buah-buahan
• Susu
6. Menjelaskan tanda bahaya kehamilan TM I
• Nyeri perut yang berlabihan
• Muntah yang berlebihan
• Keluarnya darah dari kemaluan
• Gatal-gatal pada kemaluan
• Pusing yang berlebihan
7. Memberikan ibu vitamin
8. Memberitahu ibu untuk kunjungan ulang 1 bulan lagi atau adanya keluhan
VII. EVALUASI
Tanggal: 05-12-2011 Jam: 09.50 WIB
S : ibu mengatakan mengerti dan dapat menjelaskan kembali apa yang dijelaskan oleh bidan
O : keadaan umum baik
• TTV: TD : 120/80 mmHg
N : 80x/menit
S : 370C
RR : 20x/menit
DJJ : (11-12-11)x4=136x/menit
Leopold I : pertengahan sympisi pusat
Leopold II : tidak terkaji
Leopold III : tidak terkaji
Leopold IV : tidak terkaji
A : Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu, hidup, intra uteri, keadaan umum ibu baik
P : memberikan terapi konservatife
Caviplek, licokalk, B. Complek
• Menganjurkan ibu tidak boleh kerja berat
• Menganjurkan pada ibu makan makanan yang bergizi dan seimbang
• Follow up 1 bulan lagi pada tanggal 5 Januari 2012/bila ada keluhan
• Kolaborasi dengan tim medis apabila terjadi sesuatu
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kehamilan dimulai dengan konsepsi/pembuahan dan berakhir dengan permulaan persalinan.
Dari hasil penyusunan asuhan kebidanan yang dilaksanakan pada Ny. “A” G1P00000 UK 16 minggu dapat diambil kesimpulan dari masing-masing langkah yang sesuai dengan menejemen varney sebab dari kasus Ny. “A” terdapat kesesuaian atau kesamaan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus terutama pada data objektif.
Dari analisa, diagnosa, masalah, kebutuhan dan rencan tindakan terdapat kesesuaian atau kesamaan antara teori dan pelaksaan prakteknya.
Rencana tindakan berdasarkan pada kondisi kebutuhan pasien dan pelaksaan intervensi yang diberikan pada pasien sesuai dengan tinjauan pustaka tetapi ada sedikit ketidak samaan. Pelaksanaan terhadap rencana asuhan diwujudkan dalam kasus tindakan yang penatalaksanaannya dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan pada tinjauan kasus ini implementasi tidak ada hambatan semua berjalan dengan rencana yang telah dibuat.
Penilaian akhir suatu tindakan didasarkan pada kriteria hasil yang diharapkan pada kasus ini.
B. Saran
1. Bagi mahasiswa
• Mempelajari lebih lanjut tentang teori yang berhubungan dengan asuhan kebidanan pada kehamilan sehingga dapat menerapkan dan memberikan asuhan pada ibu dengan komprehensif.
• Belajar lebih lanjut cara praktek yang benar untuk lebih terbiasa.
2. Bagi petugas
• Petugas memberikan asuhan yang komprehensif secara cepat, tepat dan aman
• Mengintropeksi kembali pelayanan yang kurang sesuai dan memperbaikinya untuk yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam. “Sinopsis Obstetri ” jilid 1, edisi 2
Prawihardjo, Sarwono. “Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Mternal Dan Neonatal” Jakarta, 2002
JAMKESMAS
Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang No. 23/1992 tentang kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapat pelayanan kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya, dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.
Untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayan kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 tersebut pemerintah telah berupaya untuk membuat kebijakan melalui Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin. Program ini berupa Bantuan Sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu dan diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin, selanjutnya disebut Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai apa dan bagaimana program Jaminan Kesehatan Masyarakat berikut penulis menyajikan dalam beberapa bagian yang diharapkan dapat memberikan penjelasan singkat mengenai program dimaksud. Yang perlu untuk dipahami bersama adalah bahwa program yang dikembangkan tersebut merupakan program baru yang sangat potensial untuk mendukung pencapaian derajad kesehatan masyarakat namun di sisi lain juga masih cukup terbuka lebar dalam wacana untuk pengembangannya. Tujuan Penyelenggaraan Program Jamkesmas Secara umum Jamkesmas dibangun untuk memberikan akselerasi dalam peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.
Secara khusus program ini ditujukan untuk meningkatkan cakupan masyarakat miskin dan tidak mampu guna mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit. Melalui program ini pula diharapkan akan terjadi proses penyelenggaraan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntable yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sasaran Program Jamkesmas adalah masyarakat miskin dan tidak mampu di seluruh Indonesia.
Nama : Lia Romtika Hafid (7209026) Tgkt/Smster : III / V (lima)B
Mapel : Mutu Pelayanan Kebidanan Dosen : Gos Ahan
Prodi : D3 Kebidanan
Untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayan kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 tersebut pemerintah telah berupaya untuk membuat kebijakan melalui Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin. Program ini berupa Bantuan Sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu dan diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin, selanjutnya disebut Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai apa dan bagaimana program Jaminan Kesehatan Masyarakat berikut penulis menyajikan dalam beberapa bagian yang diharapkan dapat memberikan penjelasan singkat mengenai program dimaksud. Yang perlu untuk dipahami bersama adalah bahwa program yang dikembangkan tersebut merupakan program baru yang sangat potensial untuk mendukung pencapaian derajad kesehatan masyarakat namun di sisi lain juga masih cukup terbuka lebar dalam wacana untuk pengembangannya. Tujuan Penyelenggaraan Program Jamkesmas Secara umum Jamkesmas dibangun untuk memberikan akselerasi dalam peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.
Secara khusus program ini ditujukan untuk meningkatkan cakupan masyarakat miskin dan tidak mampu guna mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit. Melalui program ini pula diharapkan akan terjadi proses penyelenggaraan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntable yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sasaran Program Jamkesmas adalah masyarakat miskin dan tidak mampu di seluruh Indonesia.
Nama : Lia Romtika Hafid (7209026) Tgkt/Smster : III / V (lima)B
Mapel : Mutu Pelayanan Kebidanan Dosen : Gos Ahan
Prodi : D3 Kebidanan
Langganan:
Postingan (Atom)