Jumat, 06 Januari 2012

askeb persalinan normal

ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “M” DENGAN BERSALIN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI Amd. Keb
BARING - JOMBANG









Disusun Oleh:
LIA ROMTIKA HAFID
7209026


PRODI D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2011


KATA PENGANTAR

    Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ny. “M” Pengan Bersalin Normal” di BPM Bidan Kiswiyati Wahyuni Bareng.
    Asuhan Kebidanan ini disusun sebagai tugas praktek klinik Akademik Kebidanan Darul ‘Ulum Jombang. Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak,  untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.    Bapak H. M. Zulfikar As’ad, MMR selaku penanggung jawab Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
2.    Ibu Hj. Sabrina Dwi Prihartini, SKM selaku K. Prodi D3 Kebidanan Jombang
3.    Ibu Murfi Hidamansyah SST sebagai pembimbing Akademik
4.    Ibu Kiswiyati Wahyuni Amd. Keb sebagai pembimbing praktek BPM Bareng.
5.    Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.

Laporan ini tidak lepas dari kesalahan, jadi kritik dan saran sangat diharapkan untuk
menyempurnakan laporan ini. Semua laporan ini berguna bagi pembaca dan penulis untuk menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.


Jombang, November 2011

      penulis







BAB I
PNDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ada lima aspek dasar atau lima benang merah yang penting dansaling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman. Berbagai aspek tersebut melekat pada setiap persalinan, baik normal maupun patologis. Lima benang merah tersebut adalah:
1.    Membuat keputusan klinik
2.    Asuhan sayang ibu dan sayang bayi
3.    Pencegahan infeksi
4.    Pencatatan (rekam medik) asuhan persalinan
5.    Rujukan

Lima benang merah ini akan selalu berlaku dalam penetalaksanaan persalinan, mulai dari kala satu hingga kala empat, termasuk penatalaksanaan bayi baru lahir.

B.    Tujuan
1.    Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek klinik kebidanan mahasiswa mampu melakukan asuhan pada ibu bersalin.
2.    Tujuan Khusus
Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswa dapat:
a.    Melakukan pengkajian
b.    Mengidentifikasi diagnosa atau masalah yang berdasarkan data subjektif dan objektif
c.    Menentukan masalah potensial kemungkinan terjadi
d.    Menentukan kebutuhan segera
e.    Merencanakan tindakan yang akan dilakukan
f.    Melaksanakan perencanaan yang akan dilakukan
g.    Mendokumentasi






BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Mekanisme Persalinan Biasa
Definisi :
    Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + urine) yang dapat hidup di dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
    Persalinan (partus > labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viable melalui jalan lahir biasa.
    Delivery adalah momentum kelahiran janin sejak kala II (akhir kala I)

1.    Kala Persalinan
Proses persalinan terdiri 4 kala yaitu :
Kala I     : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm
Kala II: kala pengeluaran janin waktu uterus dengan kekuatan his ditambah kekuatan meneran, mendorong janin keluar hingga lahir
Kala III    : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri
Kala IV    : mulai dari pengeluaran uri selama 1-2 jam

a.    Kala I (kala pembukaan)
In partu (partus mulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effesement).
Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan membuka.
Kala pembukaan dibagi atasdua fase yaitu:
1.    Fase Laten : dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.
2.    Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 sub fase:
•    Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm
•    Peride dilatasi maksimat (steady) : selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
•    Periode deselerasi: berlangsung lambat dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 2 cm atau lengkap.

Proses membukanya serviks disebut berbagai istilah:
Melembek(softening), menipis( thinned out), oblitrasi (oblitrated) mendatar dan tertarik keatas (effaced and taken up) dan membuka (dilatation)
    Fase-fase yang dikemukaan diatas di jumpai pada primigravida bedanya dengan mutigravida ialah:

Primi     Multi
Serviks mendatar (effacement) dulu, baru dilatasi berlangsung 13-14 jam     Mendatar dan membuka bisa bersamaan. Berlangsung 6-7 jam.

b.    Kala II (kala pengeluaran janin)
Pada kala pengeluaran janin, histerkoordinir kuat, cepat dan lebih lama kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janian telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah teknan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Karena tekanan rektum ibu merasa seperti ingin buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan perineum meregang. Dengan his mengedan yang terpimpin akan lahirlah kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi 1 ½ - 2 jam, pada muilti ½ - 1 jam.

c.    Kala III ( kala pengeluaran uri)
Setelah bayi lahi, kontraksi rahim berkontraksi sebentar. Uterus teraba keras dengan hindus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 kali sebelumnya. Beberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran uri dalam 5-1 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong kedalam vagina dan akan lahir sepontan atau dengan sedikit dorongan dari atas sympisis  atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 CC.

d.    Kala IV
Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi lahir dan urilahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan post partum.
Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah :
    Primi     Multi
Kala I    13 jam     7 jam
Kala II    1 jam     ½ jam
Kala III    ½ jam     ¼ jam
Lama persalinan     14 ½ jam    7 ¾ jam

2.    Mekanisme Persalinan
Pada minggu-minggu terakhir persalinan segmen bawah rahim meluas untuk menerima kepala janin terutama pada primi dan juga pada multi pada saat-saat partus mulai. Untunglah bahwa hampir 96% janin adalah letak kepala.
Pada letak belakang kepala (LBK) dijumpai pula :
•    Ubun-ubun kecil kiri depan = 58 %
•    Ubun-ubun kecil kanan depan = 23 %
•    Ubun-ubun kecil kanan belakang = 11 %
•    Ubun-ubun keci kiri belakang = 8%
Kenapa lebih banyak letak kepala, dikemukakan 2 teori :
a.    Teori akomodasi: bentuk rahim memungkinkan bokong dan eksternitas yang volumenya besar berada diatas,dan kepala di bawah ruangan yang lebih sempit
b.    Teori gravitasi : karena kepala relatif besar dan berat, maka akan turun kebawah. Karena his yang kuat, teratur dan sering maka kepala janin turun memasuki PAP (engagement). Karena menyesuaikan diri dengan jalan lahir, kepala bertambah menekuk (fleksi maksimal) sehingga lingkar kepala yang memasuki panggul dengan ukuran yang terkecil.
c.    Diameter suboccipito-bregmatika= 9,5 cm.
d.    Sirkumferensi suboccipito-bregmatika= 32 cm.



























BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “M” DENGAN BERSALIN NORMAL
DI BPM KISWIYATI WAHYUNI BARENG
JOMBANG

I.    PENGKAJIAN
Tanggal    : 22-11-2011            Jam    : 03.20 WIB

A.    Data Subyektif
1.    Identitas
Nama ibu    : Ny. “M”            Nama ayah    : Tn. “S”
Umur        : 30 tahun            Umur        : 40 tahun
Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia        Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia
Agama        : Islam                Agama        : Islam
Pendidikan    : SD                Pendidkan    : SD
Pekerjaan    : IRT                Pekerjaan    : Swasta
Alamat        : Dsn. Ngrimbi

2.    Anmnese
a.    Keluhan Utama
Ibu mengatakan perutnya terasa kenceng-kenceng (10.00 WIB) dan terasa pengen BAB kayak orang mencret, lendir darah (-), ketuban pecah tidak terasa.
b.    Riwayat Kehamilan Sekarang
•    Selama hamil periksa dibidan
•    Gerakan janin mulai dirasakan pada umur 4 bulan
•    Umur kehamilan 39-40 minggu
•    HPHT    : ?-02-2011    TP    : 04-12-2011 (hasil USG)
•    ANC: TM I    : 2x pada usia kehamilan 1-2 bulan
 TM II    : 2x pada usia kehamilan 5-6 bulan
 TM III    : 2x pada usia kehamilan 8-9 bulan
•    Status imunisasi T4
•    Keluhan dan therapy
TM I    : pusing (caviplek, B6,  novakalk)
TM II    : diare (etabion, likokalk)
TM III: batuk (salviplek, novakalk)



c.    Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu


G    Umur anak sekarang    Jenis kelamin    Jenis persalinan    Tempat persalinan    Penolong     Bayi
PB/BB    Nifas     Keadaan

I

II    
8 tahun

H A   
Perempuan

M I   
Spt. B

L   
BPM

   
Bidan

I   
49 cm/
3 kg
N   
-

I   
Baik

d.    Riwayat Menstruasi
•    Menarche    : umur 11 tahun
•    Siklus        : 7 hari, bau khas: anyir
•    Banyaknya    : 1-4 hari, 3 softex/hari, 5-7 hari 2 softek/hari
•    Disminorhea    : 1-3 hari
•    Warna darah    : 1-3 hari : merah dan banyak
  4-5 hari : coklat kekuningan
  6-7 hari : kuning agak keputihan
e.    Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti; DM, hypertensi, menahun seperti; asma, jantung, menular seperti; HIV/AIDS, dan tidak mempunyai keturunan kembar.
f.    Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menurun seperti; DM, hypertensi, menahun seperti; asma, jantung, menular seperti; HIV/AIDS.
g.    Riwayat KB
Ibu mengatakan menggunakan KB suntik 3 bulan setelah kelahiran anak pertamanya.
h.    Pola Kebiasaan Sehari-Hari
1.    Pola nutrisi
•    Saat hamil        : makan : ± 3x/hari, porsi sedang, menu nasi, lauk dan sayur
   Minum : ± 6-7 gelas/hari, air putih, teh
•    Saat inpartu    : makan   : ± 2x/hari, porsi sedang, menu nasi, lauk sayur
  Minum  : ± 3-4 gelas/hari, air putih, teh, susu



2.    Pola istirahat dan tidur
•    Saat hamil        : Siang 13.00 WIB-14.00 WIB
  Malam 21.00 WIB-04.00 WIB
•    Saat inpartu    : Siang 13.00 WIB-14.00 WIB
  Malam 21.00 WIB-04.00 WIB
3.    Pola eliminasi
•    Saat hamil        : BAB 1x/hari
  BAK 6-7x/hari
•    Saat inpartu    : BAB ± 2-3x/hari
  BAK 6-7x/hari
4.    Pola seksualitas
•    Saat hamil        : kadang seminggu sekali
•    Saat inpatu    : tidak pernah
i.    Keadaan Psikososial
•    Hubungan ibu, suami, keluarga baik
•    Ibu mengharapkan anaknya nanti lahir dengan sehat dan selamat
•    Ibu merasa cemas dalam menghadapi persalinan
j.    Latar Belakang Sosial Budaya
•    Ibu tidak pernah mengkonsumsi jamu-jamuan
•    Mengadakan selamatan 6-7 bulan

B.    Data Objektif
1.    Pemeriksaan umum
•    Keadaan umum baik
•    Kesadaran composmentis
•    TTV: TD    : 120/80 mmHg        BB saat hamil    : 50 kg
          N    : 88x/menit            BB sekarang    : 51 kg
          S    : 370C                TB        : 155 cm
          RR    : 20x/menit            Lila        : 24 cm
2.    Pemeriksaan fisik
a)    Inspeksi
•    Kepala    : rambut hitam bersih, kepala tidak ada benjolan
•    Muka    : simetris, tidak pucat
•    Mulut    : simetris, mukosa lembab
•    Mata    : simetris, conjungtiva merah muda, sklera putih
•    Hidung    : simetris, bersih, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping hidung
•    Telinga    : simetris, tidak ada serumen

•    Mamae    : simetris, puting menonjol, ASI belum keluar
•    Leher    : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tyroid
•    Abdomen    : pembesaran sesuai UK, adanya striae albican dan linea nigra
•    Alat genetalia    : tidak oedema, adanya bloody show
•    Anus        : tidak ada haemoroid
•    Ext. Atas/bawah    : simetris, tidak ada oedema, pergerakan normal

b)    Palpasi
•    Leher    : tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan vena jugularis
•    Payudara    : tidak ada benjolan abnormal, kolostrum belum keluar
•    Abdomen    :
-    Lepold I    : difundus teraba bulat dan tidak melenting (bokong) (TFU: 29 cm)
-    Leopold II    : teraba punggung janin pada sebelah kanan ibu, sebelah kiri ibu teraba bagian kecil bayi (PUKA)
-    Leopold III    : bagian terendah janin teraba bulat, keras, melenting (LETKEP)
-    Lepold IV    : bagian terendah janin sudah masuk PAP (divergen) (2/5)
c)    Auskultasi
•    Dada    : tidak ada wheezing/ronchi
•    Abdomen    : DJJ (+) (12-12-12) His: 4x45” dalam 10 detik
d)    Perkusi
•    Reflek patella ka/ki: +/+

3.    Pemeriksaan Dalam
Tanggal    : 22-11-2011        Jam    : 03.30 WIB
a.    Pembukaan    : 9 cm
b.    Efficement    : 75%
c.    Ketuban    : -
d.    Presentasi    : letak kepala
e.    Denominator    : UUK
f.    Penurunan kepala : H III+
4.    Pemeriksaan Penunjang
USG

II.    INTERPRESTASI DATA
DX    : G2P10001 UK 39-40 minggu tunggal, hidup, intra uteri dengan kala I fase aktif
DS    : ibu mengatakan perutnya sering kenceng-kenceng dan ibu terasa ingin BAB


DO    : keadaan ibu baik
          TTV : TD    : 120/80 mmHg        HPHT    : ?-02-2011
             N    : 88x/menit            TP    : 4-12-2011
             S    : 370C                DJJ    : 140x/menit
             RR    : 20x/menit            His    : 4x45” dalam 10 menit
Abdomen: Leopold I    : difumdus teraba bulat dan tidak melenting (bokong) (TFU: 29 cm)
 Leopold II    : sebelah kanan perut ibu teraba keras, memanjang seperti papan dan sebelah kiri perut ibu teraba bagian kecil janin.
Leopold III    : bagian terendah janin teraba bulat, melenting keras (kepala) letkep
                  Leopold IV    : bagian terendah janin sudah masuk PAP (2/5)
        Pemeriksaan dalam: VT Ǿ 9 cm, eff 75%, ketuban (-), letak kepala, hodge III+
Masalah        : cemas
Kebutuhan    : dukungan support
•    Latihan pernafasan
•    Konseling tentang persalinan
•    Observasi inpartu

III.    IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Tidak ada

IV.    KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA
Tidak ada

V.    MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH
Tujuan    : setelah dilakukan asuhan kebidanan dalam waktu 1x30 menit diharapkan ibu dapat masuk kala II
Kriteria hasil    : keadaan umum baik
•    Kesadaran composmentis
•    TTV : TD    : 110/80 mmHg-130/80 mmHg
      N    : 80-90x/menit
      S    : 36,50C-37,40C
      RR    : 16-24x/menit
      His    : < 3x35”x10’   
•    Ǿ lengkap dan bayi lahir spontan

Intervensi
1.    Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga melalui komunikasi terapeutik
R/ dengan melakukan pendekatan pada ibu maupun keluarga melalui komunikasi terapeutik diharapkan klien dan keluarga lebih kooperatif dan meningkat rasa saling percaya kepada petugas kesehatan.
2.    Lakukan observasi sesuai dengan partograf
R/ maupun parameter awal untuk mengetahui kondisi klien dan adanyakomplikasi
3.    Beri penjelasan pada pasien tentang keadaan saat ini
R/ ibu mengerti tentang keadaannya dan ibu dapat beradaptasi
4.    Anjurkan pada ibu untuk miring kiri dan membantu ibu mengambil posisi yang nyaman dan benar
R/ membantu proses penurunan kepala janin
5.    Pantau pengeluaran pervaginem dan lakukan pemeriksaan dalam sesuai dan indikasi
R/ dengan memantau pengeluaran pervaginem serta pemeriksaan dalam dapat mengetahui kemajuan persalinan.
6.    Anjurkan ibu untuk tetap mendapatkan nutrisi
R/ menambah energi, kekuatan pada ibu disaat meneran bila pembukaan sudah lengkap
7.    Anjurkan/bantu ibu untuk mengosongkan kandung kemih dan BAB
R/ kandung kemih yang penuh dapat menghambat turunnya kepala janin dan mengurangi kontraksi
8.    Lakukan persiapan alat, perlengkapan bayi dan bayi
R/ antisipasi dilakukan asuhan kebidanan kala II sebagai tindakan efektif dalam proses persalinan.

VI.    IMPLEMENTASI
Tanggal/jam    Pelaksanaan     TTD

03.30 WIB
Tgl
22-11-2011






03.40 WIB







03.45 WIB   
1.    Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga melalui komunikasi terapeutik agar terjadi adanya pendekatan pada petugas kesehatan
2.    Melakukan observasi sesuai dengan partograf
3.    Memberikan penjelasan pada ibu tentang keadaannya pada saat ini contohnya: keadaan janin, kondisi ibu dan pembukaan
4.    Menganjurkan pada ibu untuk miring kekiri, berjongkok untukmempercepat proses penurunan kepala janinin dan membantu ibu dalam posisi yang nyaman
5.    Memantau pengeluaran pervaginem danmelakukan pemeriksaan dalam sesuai dengan indikasi
6.    Menganjurkan ibu untuk tetap mendapatkan nutrisi agar disaat ibun pembukaan lengkap dapat mengejan dengan sempurna

7.    Menganjurkan pada ibu untuk mengosongkan kandung kemih agar tidak menghambat kontraksi dan penurunan kepala

8.    Mempersiapkan alat, perlengkapan bayi dan ibu    

VII.    EVALUASI
Tanggal: 22-11-2011            Jam: 03.50 WIB

KALA II

S    : ibu mengatakan sering kenceng-kenceng dan terasa sakit sampai menembus punggung dan teerasa ingin BAB
O    : keadaan umum baik
•    Kesadaran composmentis
•    TTV:   TD    : 120/80 mmHg
    RR    : 20x/menit
    Suhu    : 370C
    Nadi    : 88x/menit
    His    : 4x45” dalam 10 detik
    DJJ    : 148x/menit
    VT        : Ǿ 10 cm / eff 100% / letkep / UUK/HIII+ / ket (-)
A    : ibu masuk kala II
P    :
1.    Mengamati tanda dan gejala kala II (doran, teknus, perjol, vulka)
2.    Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan esensial, mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan menempatkan tabung suntik steril didalam partus set
3.    Mengenakan clemek plastik
4.    Melepaskan semua perhiasan dan mencuci tangan
5.    Memakai handcun pada tangan yang akan digunakan untuk pemeriksaan dalam
6.    Mengisap oksitosin 10 unit kedalam spuit
7.    Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT
8.    Memlakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan lengkap
9.    Mendekontaminasi handscun kedalam larutan klorin 0,5%
10.    Memeriksa DJJ setelah kontraksi berakhir
11.    Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, membantu ibu dalam posisi yang nyaman dan memberikam semangat pada ibu saat ibu mulai meneran

12.    Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran

13.    Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran, jika ibu tidak mempunyai dorongan meneran anjurkan ibu untuk berjongkok, berjalan dan mengambil posisi yang nyaman

14.    Jika kepala bayi sudah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm,meletakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi

15.    Meletakkan kain yang bersih dilipat 1/3 bagian, dibawah bokong ibu

16.    Membuka partus set

17.    Memakai handscun steril pada kedua tangan

18.    Saat kepala bayi membuka vulva dengan diameter 5-6 cm, lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain tadi. Letakkan tangan yang lain dikepala bayi dan lakukan tekanan yang lembut dan tidak menghambat pada kepala bayi, menganjurkan ibu meneran perlahan-lahan/bernafas cepat saat kepala lahir

19.    Dengan lembut menyeka muka, mulut dan hidung bayi dengan kain/kasa yang bersih

20.    Memeriksa lilitan tali pusat dan mengambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi

21.    Menunggu hingga kepala bayi malakukan putaran paksi luar secara spontan

22.    Setelah kepala bayi melakukan putaran paksi luar, tempatkan kedua tangan dimasing-masing sisi muka bayi dan menariknya kearah bawah dan kearah keluar hingga bahu anterior muncul dibawah arkus pubis dan kemudian menarik kearah atas dan kearah luar untuk melahirkan bahu anterior

23.    Setelah kedua bahu lahir, menelusurkan tangan mulai kepala bayi yang berada dibagian bawah kearah perineum, membiarkan bahu dan lengan posterior lahir dengan disangga tangan, gunakan lengan bagian bawah untuk menyangga tubuh bayi saat dilahirkan

24.    Tangan kiri memegang kepala bahu, lengan menyusuri sampai bokong

25.    Melakuakan penilaian selintas/sesaat

Bayi lahir spontan, tanggal: 22-11-2011    jam: 04.05 WIB
Apgar score: kemerahan seluruh tibuh, gerak aktif, menangis kuat, RR > 100x/menit
26.    Mengeringkan tubuh bayi
27.    Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus.

KALA III
            Tanggal: 22-11-2011        jam: 04-05 WIB
        S    : ibu mengatakan merasa lega dan senang bayinya lahir dengan selamat dan sehat
        O    : keadaan umum baik
-    Keadaan composmentis
-    Bayi lahir spontan pada jam: 04.05 WIB    tanggal: 22-11-2011
-    AS    : 8-9
-    BBL    : 2900 kg, PB    : 50 cm
        A    : masuk pada kala III
        P    :
28.    Memberitahu ibu bahwa ibu akan disuntik oksitosin, agar uterus berkontraksi dengan baik
29.    Memberikan suntik oksitosin 10 unit IM setelah 1 menit bayi lahir pada 1/3 paha atas bagian distal lateral ibu
30.    Setelah 2 menit pasca persalinan, menjepit tali pusat dengan klem kira2 3 cm dari pusat bayi, mendorong isi tali pusat kearah ibu dan jepit lagi 2 cm dari klem pertama
31.    Memotong tali pusat diantara 2 klem dengan dilindungi tangan dibawah tali pusat yang akan dipotong
32.    Mengikat tali pusat dengan benang steril
33.    Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat
34.    Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva
35.    Meletakkan tangan diatas kain yang ada diperut ibu, tepat diatas tulang pubis untuk melakukan palasi, kontraksi dan menstabilakan uterus, memegang tali pusat dan klem dengan tangan yang lain
36.    Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan penegangan tali pusat sejajar lantai sambil tangan yang lain mendorong uterus kearah belakang atas (dorso cranial) secara hati-hati
37.    Melakukan penegangan dan dorongan dorso cranial hingga plasenta terlepas, meminta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian keatas mengikuti poros jalan lahir (tetap melakukan tekanan dorso cranial)
38.    Saat plasenta terlihat diintroitus vagina, melanjutkan kelahiran plasenta dengan menggunakan kedua tangan. Pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin (kemudian melahirkan dan menempatkan plasenta pada wadah yang telah disediakan)
39.    Setelah plasenta dan selaput ketuban lahir,melakukan masase uterus dengan meletakkan tangan diatas fundus dan melakukan masase dengan gerakan melingkar
40.    Memeriksa kedua sisi plasenta baik yang menempel keibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan bahwa selaput ketuban lengkap dan utuh
41.    Mengevaluasi adanya laserasi

KALA IV
    Tanggal: 22-11-2011        Jam: 04.15 WIB
    S    : ibu mengatakan lega setelah plasentanya keluar
          O    : keadaan ibu baik
-    Kesadaran composmentis
-    Panjang tali pusat: ± 50 cm
-    Diameter ± 18 cm
-    Tebal ± 2 cm
    A    : masuk pada kala IV
          P    :
42.    Memastikan uterus berkontraksi dengan baik
43.    Membierkan bayi tetap kontak kulit dengan ibu ≤ 1 jam
44.    Setelah 1 jam, melakukan penimbangan/pengukuran bayi, tetes mata, vit. K disuntikkan pada paha bagian kiri
45.    Setelah 1 jam pemberian vit. K, kemudian berikan imunisasi hepatitis B dipaha bagian kanan
46.    Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan
47.    Mengajarkan pada ibu/keluarga bagaimana cara melakukan masase
48.    Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah
49.    Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit 1 jam pertama, 30 menit 2 jam kedua
50.    Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan spontan
51.    Menempatkan peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5%
52.    Membuang bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai
53.    Membersihkan ibu dengan menggunakan air DTT
54.    Memastikan ibu merasa nyaman dan menganjurkan pada keluarga untuk membantu memberi makan dan minum
55.    Mendekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5%
56.    Membersihkan handscun kedalam larutan klorin 0,5%
57.    Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
58.    Melengkapi partograf
EVALUASI
    Jam: 04.30 WIB        Tanggal: 22-11-2011
     S    : ibu mengatakan, ibu terasa lelah setelah menghadapi proses persalinan
    O    : TTV: TD    : 110/70 mmHg    - Kontraksi uterus baik, keras
            N    : 84x/menit        - Lochea rubra
            S    : 36,60C        - Jumlah perdarahan ± 150 cc
            RR    : 20x/menit        - TFU 1 jari dibawah pusat
    A    : Ny. “M” dengan 2 jam post partu
    P    : observasi ibu dan janin
•    Memantau perdarahan
•    Kontak dini ibu dan bayi
•    Konseling pada ibu
-    Bagaimana mencegah perdarahan
-    ASI exklusive
-    Mobilisasi dini
-    Tidak boleh tarak dengan makanan
-    Personal hygine

•    Follow up 1 minggu lagi untuk ibu dan bayinya pada tanggal 28 November 2011
•    Imunisasi hepatitis B




















BAB IV
PENUTUP

1.    Kesimpulan
Berdasarkan pengkajian kasus pada Ny. “M” didapatkan data subyektif dan objektif ibu dapat menjalankan proses persalinanannya dengan normal. Dari pengkajian tersebut penulis dapat mendiagnosa Ny. “M” G2P100001 UK 39-40 minggu, tunggal, hidup, intra uteri dengan kala I fase aktif.
Pada Ny. “M” dilakukan intervensi antara lain: pendekatan pada ibu, observasi sesuai partograf, memantau kemungkinan adanya tanda-tanda gejala kala II, asupan nutrisi, setelah dilakukan intervensi, penulis mengimplementasikan mulai dari kala I sampai dari kala II.
Implementasi yang dilakukan pada Ny. “M” dapat terlewatkan dengan baik, atas kerja sama klien, keluarga dan tenaga kesehatan.

2.    Saran
a.    Bagi mahasiswa
•    Mempelajari lebih lanjut tantang teori yang berhubungan dengan asuhan kebidanan pada persalinan sehingga dapat menerapkan dan memberikan asuhan pada ibu dengan komprehensif
•    Belajar lebih lanjut cara praktek yang benar untuk lebih terbiasa
b.    Bagi petugas
•    Petugas memberikan asuhan yang komprehensif secara cepat, aman dan tepat
•    Mengintropeksi kembali pelayanan yang kurang sesuai dan memperbaikinya untuk yang lebih baik lagi.






















    DAFTAR PUSTAKA



Mochtar, Rustam. “Sinopsis Obstetri”, edisi 2

Buku Acuan Dan Panduan “Asuahan Persalinan Normal Dan Inisiasi Menyusui Dini”.2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar